PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR --Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sukadana Kabupaten Lampung Timur menggelar kegiatan Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Pangan Lokal Tahun 2026 di Aula UPTD Puskesmas setempat, Kamis (25/6/2026).
Adapun program PMT berbasis pangan lokal tersebut diberikan kepada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), balita gizi kurang, balita berat badan kurang, serta balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukadana Hendra Septiawan, Plt Kepala UPTD Puskesmas Sukadana Mediariani, perwakilan Danramil Sukadana, perwakilan Kapolsek Sukadana, PLKB Kecamatan Sukadana, Ketua TP PKK Kecamatan dan desa, kader PMT Lokal, serta petugas UPTD Puskesmas Sukadana. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 33 peserta.
Plt Kepala UPTD Puskesmas Sukadana, Mediariani, mengatakan permasalahan gizi pada balita dan ibu hamil KEK hingga saat ini masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara bersama-sama. Menurutnya, pemberdayaan kader melalui pelatihan penyiapan makanan berbasis pangan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi.
"Kader merupakan garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Keberhasilan peningkatan kesehatan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang sangat dipengaruhi oleh kualitas serta kompetensi kader kesehatan," ujar Mediariani.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program PMT Lokal selama ini.Menurutnya, kegiatan evaluasi tersebut bertujuan untuk melihat capaian program yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar pelaksanaan PMT Lokal ke depan dapat berjalan lebih optimal.
"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin diskusi yang konstruktif dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dalam upaya peningkatan status gizi ibu hamil dan balita di wilayah kita," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Sukadana Hendra Septiawan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program PMT Lokal yang dinilai sebagai salah satu upaya penting dalam pencegahan dan penanganan masalah gizi pada ibu hamil dan balita.
"Keberhasilan program ini tentunya membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, TP PKK, PLKB, kader, maupun masyarakat," kata Hendra.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan evaluasi tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas program.
"Mari kita bersama-sama melihat capaian yang telah diraih, mengevaluasi berbagai kendala yang ada, serta menyusun langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program ke depan. Mari kita terus memperkuat koordinasi dan komitmen lintas sektor demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," pungkasnya.(Prapto)















