![]() |
| Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah beserta kepala OPD terkait/ist |
PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meresmikan demplot mangrove yang dikelola oleh Kelompok Hutan Mangrove Muara Lestari di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten setempat, Kamis (3/9/2026).
Peresmian demplot mangrove ini sekaligus ditandai dengan penanaman mangrove secara simbolis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah abrasi dan menjaga ekosistem di wilayah pesisir Lampung Timur.
Turut hadir pada acara tersebut Plt Camat Labuhan Maringgai Setiyo Cipto, Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah,Plt Kadis Perikanan Dwi Giyarti, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Marsan, Kepala Bapedda Verzanita Hasan, Perwakilan Koramil Labuhan Maringgai Serka Purwanto, Danpos Lanal Labuhan Maringgai Lettu Daryani, Aiptu Supriyadi serta para kepala desa se-Kecamatan Labuan Maringgai dan Mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Lampung.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan bahwa peresmian demplot mangrove seluas 2 hektar di lahan pesisir pantai Desa Muara Gading Mas secara kolaboratif bersama Komunitas Mangrove Muara Lestari.
"Kita akan jadikan kawasan mangrove, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi setiap tahun," ujar Bupati Ela.
Bupati Ela menambahkan bahwa peran aktif komunitas peduli lingkungan sangat krusial untuk menjaga kelangsungan program hijau ini.
"Selain itu, komunitas-komunitas mangrove ini harus dihidupkan kembali. Di Muara Gading Mas ini akan kita bina ekosistem mangrove-nya, termasuk ekosistem sampahnya. Pokoknya, ekosistem lingkungan di pesisir pantai Muara Gading Mas akan kita integrasikan," paparnya.
Lebih lanjut, Bupati Ela menegaskan bahwa kesuksesan agenda konservasi ini tidak lepas dari dukungan sektor swasta dan badan usaha.
"Alhamdulillah, ini bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada juga dari PHE OSES Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ini adalah hasil kerja sama bersama," lanjutnya.
Bupati Ela pun mengucapkan terima kasih mendalam kepada PHE OSES Pertamina dan PNM yang telah berkontribusi nyata melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di pantai Labuhan Maringgai. Menurutnya, program ini mengemban misi penting untuk meningkatkan kesadaran ekologi warga sekitar.
"Ini juga sudah menjadi bagian dari tugas kita bersama untuk memberikan edukasi, pengertian, pendidikan lingkungan, dan pemahaman kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Kita akan selalu mengajak masyarakat berkolaborasi demi membangun ekosistem yang lestari," kata Bupati.
"Mudah-mudahan nantinya laut Labuhan Maringgai, khususnya di Muara Gading Mas, akan tertata rapi dari sampah, bahkan ekosistem mangrove-nya jadi bagus," harapnya.
Menanggapi permasalahan sampah pesisir, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern.
"Nanti akan dibangun industri persampahan bernama RDF (Refuse Derived Fuel) khusus untuk melakukan tata kelola sampah. Supaya sampah organik dan anorganik dipilah terlebih dahulu sebelum diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat," ungkapnya.
"Seperti yang sudah dilakukan di Sukadana, nanti akan diaplikasikan juga di Labuhan Maringgai. Nah, itu semua berkat kolaborasi yang kami harapkan. Mungkin nanti alat-alatnya kita persiapkan dari Pemda, PHE OSES, atau bisa juga dari PGN dan PNM. Siapa pun boleh berkolaborasi dalam rangka membangun ekosistem persampahan di Kecamatan Labuhan Maringgai," pungkas Bupati Ela.
Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak dunia usaha yang berkomitmen mengawal kelestarian lingkungan lokal.
Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, pihak swasta siap berkolaborasi erat dengan otoritas setempat.
"Dengan adanya kegiatan ini, kita berkolaborasi bersama pemerintah setempat mewujudkan salah satu kebijakan kita untuk melestarikan lingkungan pesisir pantai Lampung Timur," jelas Lesa.
"Semua program-program pemerintah yang berkaitan dengan aktivitas lingkungan, kami juga siap mendukung penuh,"imbuhnya.
Demplot mangrove yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan (pilot project) pertama ini diharapkan dapat tumbuh optimal, kuat, dan lestari berdampingan dengan aktivitas harian warga pesisir.(*)





.jpg)








