Labels

Minggu, 20 September 2026

Meriah, Baktikes dan CFD HUT TNI Ke-81 Kodim 0429/Lamtim



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR-- Dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-81, Kodim 0429/Lamtim menggelar Car Free Day (CFD) dan Bakti Kesehatan, bertempat di halaman Pemda Lampung Timur, Minggu (20/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel bersama, jalan sehat, senam bersama, kemudian rangkaian bakti kesehatan seperti, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan gigi, pembagian 81 paket sembako dilanjutkan zoom meeting dengan Panglima TNI.

Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, S.I.P., M.I.P., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah turut serta mensukseskan kegiatan CFD dan Bakti Kesehatan dalam rangka HUT TNI Ke-81 tahun 2026.

"Bakti sosial kesehatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, Lampung Timur, membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut Dandim menegaskan, momentum peringatan HUT TNI Ke-81 yang mengambil tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur" tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan TNI dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.

"Yang kami laksanakan hari ini merupakan rangkaian peringatan HUT TNI Ke-81 yang puncaknya nanti jatuh pada tanggal 5 Oktober. Semoga bermanfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, serta menjadi sarana untuk semakin mempererat kebersamaan, kepedulian, dan sinergi antara TNI, Pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan Lampung Timur yang aman dan kondusif serta semakin sejahtera” harapnya.

Salah satu warga masyarakat penerima bantuan paket sembako, Riyem (51) mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas paket sembako yg diterimanya serta layanan pengobatan gratis yang dihadirkan Kodim 0429/Lamtim di tengah kegiatan CFD.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan paket sembako yang diberikan oleh Kodim 0429/Lamtim. Selamat ulang tahun TNI ke-81, semoga TNI semakin dicintai oleh masyarakat, diberikan kesehatan serta kekuatan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten 1 Pemkab Lamtim Zaenudin, Danyon TP 943/DPC Mayor Inf  Jonathan Ginting, Wakapolres Kompol R. Manggala Agung, jajaran Perwira Kodim 0429/Lamtim, Kasi Intel Kejari Lamtim Alifin N Wanda, Ketua Persit KCK Cab LIV Dim 0429/Lamtim Ny. Yeni Danang Setiaji, anggota Kodim serta warga masyarakat.

Sumber : PENDIM0429

Sabtu, 19 September 2026

Pocil Presisi Lampung Timur Enam Kali Berturut-turut Juara Umum



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polisi Cilik (Pocil) Presisi Lampung Timur. Dengan penampilan disiplin, kompak, penuh energi, dan sarat semangat, Pocil Presisi Lampung Timur berhasil meraih Juara Umum 1 dalam Lomba Polisi Cilik se-Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

‎Kompetisi yang menjadi agenda rutin tahunan Polda Lampung tersebut digelar di Hall Chandra Superstore Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026). Kegiatan dibuka langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Lampung Ny. Ida Helfi, serta dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Lampung.

‎Sebanyak 15 pleton Polisi Cilik dari 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, Pocil Presisi Lampung Timur kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih posisi tertinggi.

‎Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang catatan gemilang Pocil Lampung Timur yang kini berhasil menjadi juara bertahan selama enam kali berturut-turut. Sebuah pencapaian yang mencerminkan konsistensi pembinaan, kedisiplinan, kerja keras, serta kekompakan para peserta dan seluruh tim pendukung.

‎Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah, didampingi Kasat Lantas Iptu Arum Monita Sari, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi seluruh personel pembina maupun anak-anak Pocil yang telah membawa nama harum Kabupaten Lampung Timur. 

‎“Prestasi ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi merupakan hasil dari proses pembinaan, kedisiplinan, kerja keras, dan semangat anak-anak kita. Enam kali mempertahankan gelar tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” ujar AKBP Yuliansyah.

‎Juara 1 ini disabet kembali setelah memenangkan kategori Juara 1 12 Gerakan Lalu Lintas dan Juara 1 PBB.

‎Pocil Presisi Lampung Timur merupakan binaan Polres Lampung Timur bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur. Program pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan baris-berbaris dan disiplin berlalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang tertib, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas.

‎Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus menjadi teladan dalam budaya tertib berlalu lintas.

‎Enam kali juara bertahan bukan sekadar angka. Di baliknya ada disiplin, kerja keras, kekompakan, dan semangat untuk terus menjadi yang terbaik. Pocil Presisi Lampung Timur kembali membuktikan: prestasi lahir dari proses dan konsistensi.

Sumber : humas polreslamtim

Jumat, 18 September 2026

Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI Kunjungi Balai TNWK

 


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penanggulangan Karhutla Mabes TNI yang diketuai oleh Laksma TNI Bambang Darmawan beserta rombongan kunjungi Balai TNWK, Jum'at (18/9/2026).


Hadir dalam kegiatan, Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MHD. Zaidi, S.Hut., M.A.P., Perwira pendamping Kodim 0429/Lamtim Kapten Inf Heru. S, Kasubag TU TNWK Lina Warlina, S.Hut., M.E., Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Kuala Penet di lingkungan Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Edi Susilo beserta anggota Manggala Agni.


Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Balai TNWK, Tim Mabes TNI menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman Karhutla. Mengingat TNWK merupakan habitat satwa dilindungi seperti Gajah Sumatera dan Badak serta binatang lainya.


"TNWK adalah aset nasional yang harus kita jaga bersama. Karhutla di kawasan ini dampaknya sangat besar, bukan hanya lingkungan tapi juga keberlangsungan satwa. Tidak bisa ditangani satu pihak, harus kolaborasi termasuk dengan memberdayakan dan melibatkan masyarakat desa penyangga," tegas Katimluh Mabes TNI Laksma TNI Bambang Darmawan.


Kepala Balai Zaidi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak TNI yang telah turut serta menangani Karhutla di kawasan TNWK.


"Kami apresiasi kunjungan Mabes TNI. Ini menjadi penguat bagi kami di lapangan. Dengan dukungan TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat, kami optimis kedepan TNWK akan semakin aman dari Karhutla," ujar Kepala Balai.

Sumber: pendim0429

Rabu, 16 September 2026

Dua Desa Kecamatan Purbolinggo Terima Sosialisasi Pencegahan Karhutla dari Mabes TNI

 


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR  - Tim Mabes TNI yang di Ketuai oleh Laksma TNI Bambang Darmawan kembali menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan sosialisasi yang terpusat di Balai Desa Tanjung Kesuma ini diikuti oleh dua desa, selain tuan rumah juga diikuti oleh peserta yang berasal dari Desa Taman Fajar.

Kedatangan Tim Mabes TNI disambut oleh jajaran Forkopimcam, diantaranya Camat Purbolinggo Amir Hamzah, Danramil 429-06/Purbolinggo Kapten Inf Syafri Amrullah, Kapolsek Purbolinggo AKP Erwan Susanto, Kades Tanjung Kesuma Sugiyanto, HS., Kades Taman Fajar Elvan Fery Sasmita, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat dua desa serta perwakilan warga masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI mengimbau masyarakat Purbolinggo terkhusus desa-desa penyangga agar tidak melakukan pembukaan maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau tanda-tanda terjadinya kebakaran.

Laksma TNI Bambang Darmawan menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan aparat maupun petugas pemadam.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI dari Matra Laut ini menjelaskan bahwa kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menekan potensi terjadinya Karhutla. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai penting agar upaya pencegahan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini kami berharap masyarakat Desa Tanjung Kesuma dan Taman Fajar semakin memahami dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Warga juga diharapkan turut berperan aktif menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang merupakan desa penyangga kawasan TNWK", tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata TNI melalui Satgas Karhutla dalam memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi serta pendekatan langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Pendekatan dialogis ini mendapat respons positif dari warga yang menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi aktif menjaga area sekitar dan segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api.

Sebagai informasi, sesuai dengan agenda esok hari, Tim Penyuluh Mabes TNI dijadwalkan akan melanjutkan kegiatan sosialisasi di wilayah Kecamatan Way Bungur tepatnya di Desa Toto Projo.

Sumber : pendim0429

Selasa, 15 September 2026

PWI Lampung Gandeng Pemkab Lamtim Sukseskan HPN-Porwanas 2027 dan Kick-Off



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR – Persiapan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Provinsi Lampung terus dimatangkan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Lampung Timur.

Ketua PWI Lampung H. Wirahadikusumah bersama jajaran pengurus menemui Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah, Selasa (15/9/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan dan sinergi untuk menyukseskan agenda nasional yang bakal mempertemukan insan pers dan wartawan olahraga dari berbagai daerah di Indonesia itu.

Wirahadikusumah mengatakan, suksesnya HPN dan Porwanas 2027 membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Termasuk pemerintah kabupaten/kota di Lampung.

"Untuk menyukseskan HPN dan Porwanas 2027 mendatang di Provinsi Lampung, tentu perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak. Kegiatan ini juga sudah mendapat dukungan dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal," kata Wirahadikusumah.

Menurut dia, kedatangan wartawan dari seluruh provinsi harus disambut dan dipersiapkan secara maksimal. Karena itu, PWI Lampung mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menggali berbagai potensi yang bisa ditampilkan selama gelaran nasional tersebut.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi pariwisata Lampung Timur, khususnya Taman Nasional Way Kambas. Destinasi konservasi gajah tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat untuk diperkenalkan kepada peserta HPN dan Porwanas.

"Point utamanya dalam kunjungan ini salah satunya adalah bagaimana kita mengangkat potensi wisata Way Kambas yang ada di Lampung Timur dalam momentum kegiatan nasional tersebut," ujarnya.

Selain persiapan HPN dan Porwanas, PWI Lampung juga telah menyiapkan sejumlah agenda pendukung. Salah satunya kick-off dengan kegiatan PWI Running yang dijadwalkan berlangsung 29 November 2026.

Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan menjadi salah satu rangkaian menuju pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027.

"Ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju HPN dan Porwanas 2027. Kami berharap seluruh pihak dapat mengambil peran dan memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan berbagai potensi yang ada di Lampung," jelas Wirahadikusumah.

Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah menyambut baik kunjungan jajaran PWI Lampung tersebut. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan edukatif.

"Kami jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sangat mengapresiasi dan merasa terhormat atas kunjungan pengurus PWI Lampung. Terima kasih juga telah memberikan edukasi dan meningkatkan keterampilan wartawan yang ada di Lampung Timur," kata Ella.

Ella menegaskan Pemkab Lampung Timur terbuka terhadap penyampaian informasi kepada masyarakat melalui insan pers. Dia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah berkolaborasi dengan PWI Lampung dalam mengoptimalkan potensi daerah.

"Kami akan terus berkomunikasi terkait potensi yang ada di Lampung Timur, khususnya Way Kambas. Ke depan, kami berharap dapat mengambil momentum dalam acara nasional tersebut untuk memperkenalkan Lampung Timur," ujarnya.

Tidak hanya mendukung pelaksanaan HPN dan Porwanas, Ella juga memastikan Pemkab Lampung Timur siap ikut dalam Kick Off PWI Running pada 29 November mendatang.

"Terkait kegiatan Kick Off, saya pastikan akan ikut hadir," tegasnya.

Kolaborasi PWI Lampung dan Pemkab Lampung Timur diharapkan memberi manfaat lebih luas. Tidak hanya untuk menyukseskan HPN dan Porwanas 2027, tetapi juga menjadi panggung promosi potensi pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan berbagai keunggulan daerah.

Dengan kolaborasi tersebut, Lampung diharapkan tidak sekadar sukses menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas 2027, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Indonesia. (*)

Senin, 14 September 2026

Gelar Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Desa RJU 2, Ini Pesan Tim Mabes TNI



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR  – Tim Penyuluh Mabes TNI terus menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Untuk kesekian kalinya, kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Desa Rantau Jaya Udik 3, Kecamatan Sukadana, Senin (14/9/2029).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Dalam penyuluhannya, ketua Tim Laksma TNI Bambang Darmawan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi terjadinya kebakaran kepada aparat dan instansi terkait.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam penanganan Karhutla. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan karena masyarakat merupakan garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah kebakaran sejak dini.

Dengan adanya kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Kecamatan Sukadana terutama Desa Rantau Jaya Udik 2 sebagai desa penyangga kawasan TNWK semakin meningkat sehingga potensi terjadinya Karhutla dapat diminimalisir serta kondisi lingkungan dan udara tetap terjaga.

Turut hadir dalam kegiatan, jajaran Forkopimcam Sukadana, Kades RJU 2 beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga masyarakat setempat.

Sumber : pendim0429

Sabtu, 12 September 2026

Gandeng PHE OSES, PWI Lampung Timur Siap Gelar UKW Madya Angkatan 39

Ketua PWI Lampung Timur Muklis SH


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Timur bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 39 jenjang Madya pada Senin, 14–15 September 2026.

Kegiatan diawali dengan Pra-UKW Via Zoom dengan PWI Pusat Senin 7 September 2026, kemudian Pra UKW tatap muka akan dilaksanakan Minggu, 13 September 2026. UKW jenjang Madya tersebut diikuti 18 peserta, yang terdiri atas 14 wartawan dari PWI Kabupaten Lampung Timur dan empat peserta dari PWI kabupaten/kota lainnya.

Empat peserta dari luar Lampung Timur tersebut masing-masing berasal dari PWI Provinsi Lampung, PWI Lampung Selatan, PWI Tulang Bawang Barat (Tubaba), dan PWI Pesawaran. 

Dalam pelaksanaannya, 18 peserta UKW akan dibagi ke dalam tiga kelas. Pembagian kelas tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pelaksanaan uji kompetensi sehingga setiap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan ujian secara optimal.

Ketua PWI Kabupaten Lampung Timur, Muklis, mengatakan UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"UKW ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh dan nantinya mampu menjalankan tugas jurnalistik secara lebih profesional, berintegritas dan bertanggung jawab," kata Muklis.

Muklis juga menyampaikan apresiasi kepada PT PHE OSES yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan UKW tersebut.

Menurut Muklis, dukungan berbagai pihak sangat penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan wartawan, khususnya dalam menghadapi perkembangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis.

"Terima kasih kepada PHE OSES dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan UKW berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta perkembangan pers di Lampung," ujarnya.

Pelaksanaan UKW jenjang Madya ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas secara profesional, memahami dan menerapkan kaidah jurnalistik serta kode etik, sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel, berintegritas dan berkualitas.

Kamis, 10 September 2026

Warga Labtu IX Antusias Ikuti Penyuluhan Karhutla Dari Mabes TNI



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Semangat warga untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terlihat jelas. Puluhan warga dari berbagai dusun tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di balai desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (10/9/2026).

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari TNI selaku tertua Laksma TNI Bambang Darmawan bersama 13 personil rombongan. Tujuannya untuk memberikan pemahaman serta membangun komitmen bersama dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana Karhutla.

Antusiasme warga terlihat sejak awal acara. Balai desa yang disediakan penuh sejak kegiatan belum, tidak hanya mendengarkan warga yang hadir juga aktif bertanya dan berdiskusi terkait solusi permasalahan yg kerap terjadi di Lampung Timur terkhusus TNWK.

Warga desa Labuhan Ratu IX, Kamidi mengaku sangat antusias karena banyak pengetahuan yang didapat setelah mengetahui kegiatan ini. Terlebih desanya merupakan penyangga kawasan TNWK.

"Kami sangat terbantu dengan penyuluhan ini. Sekarang kami jadi tahu dampak Karhutla tidak hanya ke hutan, tapi juga ke kesehatan anak-anak dan ekonomi kami," ujarnya.

Sementara Danramil 429-01/Labuhan Ratu Kapten Inf Sugiantoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran warga pada kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Mabes TNI selama ±1 bulan ke desa-desa penyangga.

"Kami senang warga punya kepedulian tinggi. Dengan ilmu yang didapat hari ini, saya yakin kita bisa wujudkan TNWK kedepan tidak ada lagi Karhutla", kata Danramil.

Lebih lanjut Danramil berharap, kegiatan positif ini jangan berhenti pada saat sosialisasi selesai. Namun pengalaman apa yg telah di dapat dari Tim penyuluh Mabes TNI harus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau warga sudah paham dan peduli, maka upaya pencegahan akan lebih mudah. Mari kita jaga bersama demi udara bersih dan masa depan anak cucu," pungkasnya.

Selain Danramil, tampak hadir Sekcam Labuhan Ratu, Kades Labtu IX beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan warga masyarakat.

Selasa, 08 September 2026

Ada Apa Dua Pati TNI Datangi Desa Braja Asri

 


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Dua Perwira Tinggi (Pati) TNI yakni Brigjen TNI Laksma Bambang Darmawan dan Brigjen TNI Tommy Arief Susanto datangi Balai Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Selasa (8/9/2026).

Kedatangan dua Jenderal bersama 13 personil rombongan disalah satu desa penyangga kawasan TNWK tidak lain adalah dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Karhutla.

Secara umum, kegiatan sosialisasi carutlah dilakukan agar semua pihak paham, peduli, dan mau ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan terutama di kawasan TNWK.

Beberapa tujuan diadakannya sosialisasi ataupun sharing diantaranya, meningkatkan kepedulian/kesadaran masyarakat, memberikan pengetahuan bagaimana cara pencegahan, membangun komitmen bersama, menekan angka kejadian karhutla serta mempercepat penanganan di lapangan.

Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P,. M.M., dalam sambutannya menyampaikan, karhutla yg sering terjadi tiap tahun terutama pada saat musim kemarau dampaknya sangat luar biasa. Oleh karena itu segala upaya terus dilakukan salah satunya dengan kegiatan sosialisasi.

"Intinya kedatangan kami disini adalah silaturahmi sekaligus mencari saudara, kejadian kebakaran yg sudah berlalu kita ambil hikmahnya selanjutnya mari bersama kita lakukan diskusi sehingga kejadian ini tidak berulang tiap tahunya", ujarnya.

Selain itu, Tim Penyuluhan Mabes TNI menekankan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi, kepedulian dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah dampak Karhutla terhadap kesehatan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Seluruh kegiatan penyuluhan berlangsung aman dan lancar. Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintahan desa dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Lampung Timur terkhusus TNWK.

Sumber : pemdim0429

Senin, 07 September 2026

Tim Mabes TNI, Atasi Karhutla Butuh Sinergi dan Kolaborasi Semua Pihak



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR  - Tim Mabes TNI kembali menggelar kegiatan sosialisasi/ penyuluhan Karhutla di Desa Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Senin (7/9/2026).

mengawali sambutannya, Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P., M.M., menyampaikan kegiatan ini bukan sosialisasi ataupun penyuluhan tapi lebih kepada kumpul rembuk. Sehingga kedatangan Tim Mabes TNI diwilayah Kabupaten Lampung Timur bisa memberikan informasi, edukasi serta solusi kepada masyarakat agar Karhutla tidak terjadi lagi.

"Sesuai dengan arahan dan petunjuk Presiden RI Bapak Prabowo melalui Panglima TNI bahwa kedatangan kami bertujuan membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lampung Timur terkhusus wilayah Taman Nasional Way Kambas melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi nyata dari TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat untuk mencegah dan menanggulanginya.

"Menangani Karhutla tidak bisa jalan sendiri-sendiri. TNI dan Polri bertugas di lapangan, pemerintah membuat regulasi, perusahaan wajib menjaga lahannya, dan masyarakat adalah garda terdepan. Kalau tidak kompak, api kecil bisa jadi bencana besar," tegas Brigjend TNI Tommy.

Sementara Sekdes Karang Anyar, Mansrudin mewakili warga masyarakat desa Karang Anyar mengapresiasi serta mendukung inisiatif TNI pada kegiatan sosialisasi dalam rangka pencegahan Karhutla.

"Tentunya kami bersama warga masyarakat siap bersinergi. Dengan kolaborasi seperti ini kami yakin kawasan TNWK terkhusus wilayah desa-desa penyangga kedepan bisa bebas Karhutla," katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan sembako kepada perwakilan warga masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Sumber : pendim0429

Jumat, 04 September 2026

Sinergi TNI dan Masyarakat Wujudkan Wilayah Bebas Karhutla



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Tim Satgas dari Mabes TNI kembali melanjutkan kegiatan sosialisasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di desa penyangga kawasan TNWK.

Kegiatan kali ini berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Marga Sari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Jum'at (4/9/2026).

Antusias dari jajaran Forkopimcam, perangkat desa serta para tokoh masyarakat desa setempat menyambut Tim Mabes TNI merupakan langkah konkret serta sinergi bersama-sama mencegah bagaimana Karhutla tidak terjadi lagi.

Dalam kegiatan penyuluhan, Laksma TNI Bambang Dharmawan menyampaikan kehadiran Tim dari Mabes TNI merupakan tindak lanjut perintah Panglima TNI dalam mendukung penanganan secara terpadu wilayah-wilayah yang terdampak Karhutla salah satunya kawasan TNWK.

"Lampung Timur terkhusus TNWK sudah terdampak, mudah-mudahan dengan sinergi bersama dari semua pihak jangan sampai kedepan terulang lagi terkait kebakaran hutan maupun lahan. Kuncinya ada di kita semua. Stop membuka lahan dengan cara membakar, lakukan secara masif patroli bersama, jika ada titik api segera laporkan ke Babinsa/ Bhabinkamtibmas ataupun posko terdekat", tegasnya.

Usai sambutan dan sosialisasi kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, animo tamu undangan cukup luar biasa terlihat setidaknya ada 12 orang bertanya terkait Karhutla yang masing terjadi di kawasan TNWK pada saat memasuki musim kemarau.

Poin penting penyampaian warga masyarakat yakni sangat dibutuhkan pembuatan embung dan alat pemadaman berupa pompa air dengan panjang selang minimal 1 Km untuk mempermudah proses pemadaman jika terjadi musibah kebakaran.

Beberapa penyampaian lain yg tidak kalah penting diharapkan kedepan sinergi dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian TNWK.

Selain 15 personel dari Tim Mabes TNI yang di pimpin Brigjen TNI Tommy Arief Susanto, S.I.P., M.M., dan Laksma TNI Bambang Dharmawan kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Labuhan Maringgai, Kepala desa beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga masyarakat setempat.

Sumber : pendim0429

Kamis, 03 September 2026

Bupati Ela Gandeng Mitra Resmikan Demplot Mangrove Pesisir

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah beserta kepala OPD terkait/ist


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meresmikan demplot mangrove yang dikelola oleh Kelompok Hutan Mangrove Muara Lestari di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten setempat, Kamis (3/9/2026).

Peresmian demplot mangrove ini sekaligus ditandai dengan penanaman mangrove secara simbolis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah abrasi dan menjaga ekosistem di wilayah pesisir Lampung Timur.

Turut hadir pada acara tersebut Plt Camat Labuhan Maringgai Setiyo Cipto, Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah,Plt Kadis Perikanan Dwi Giyarti, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Marsan, Kepala Bapedda Verzanita Hasan, Perwakilan Koramil Labuhan Maringgai Serka Purwanto, Danpos Lanal Labuhan Maringgai Lettu Daryani, Aiptu Supriyadi serta para kepala desa se-Kecamatan Labuan Maringgai dan Mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Lampung. 

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan bahwa peresmian demplot mangrove seluas 2 hektar di lahan pesisir pantai Desa Muara Gading Mas secara kolaboratif bersama Komunitas Mangrove Muara Lestari.

"Kita akan jadikan kawasan mangrove, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi setiap tahun," ujar Bupati Ela.

Bupati Ela menambahkan bahwa peran aktif komunitas peduli lingkungan sangat krusial untuk menjaga kelangsungan program hijau ini.

"Selain itu, komunitas-komunitas mangrove ini harus dihidupkan kembali. Di Muara Gading Mas ini akan kita bina ekosistem mangrove-nya, termasuk ekosistem sampahnya. Pokoknya, ekosistem lingkungan di pesisir pantai Muara Gading Mas akan kita integrasikan," paparnya.

Lebih lanjut, Bupati Ela menegaskan bahwa kesuksesan agenda konservasi ini tidak lepas dari dukungan sektor swasta dan badan usaha.

"Alhamdulillah, ini bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada juga dari PHE OSES Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ini adalah hasil kerja sama bersama," lanjutnya.

Bupati Ela pun mengucapkan terima kasih mendalam kepada PHE OSES Pertamina dan PNM yang telah berkontribusi nyata melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di pantai Labuhan Maringgai. Menurutnya, program ini mengemban misi penting untuk meningkatkan kesadaran ekologi warga sekitar.

"Ini juga sudah menjadi bagian dari tugas kita bersama untuk memberikan edukasi, pengertian, pendidikan lingkungan, dan pemahaman kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Kita akan selalu mengajak masyarakat berkolaborasi demi membangun ekosistem yang lestari," kata Bupati.

"Mudah-mudahan nantinya  laut Labuhan Maringgai, khususnya di Muara Gading Mas, akan tertata rapi dari sampah, bahkan ekosistem mangrove-nya jadi bagus," harapnya.

Menanggapi permasalahan sampah pesisir, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern.

"Nanti akan dibangun industri persampahan bernama RDF (Refuse Derived Fuel) khusus untuk melakukan tata kelola sampah. Supaya sampah organik dan anorganik dipilah terlebih dahulu sebelum diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat," ungkapnya.

"Seperti yang sudah dilakukan di Sukadana, nanti akan diaplikasikan juga di Labuhan Maringgai. Nah, itu semua berkat kolaborasi yang kami harapkan. Mungkin nanti alat-alatnya kita persiapkan dari Pemda, PHE OSES, atau bisa juga dari PGN dan PNM. Siapa pun boleh berkolaborasi dalam rangka membangun ekosistem persampahan di Kecamatan Labuhan Maringgai," pungkas Bupati Ela.

Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak dunia usaha yang berkomitmen mengawal kelestarian lingkungan lokal. 

Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, pihak swasta siap berkolaborasi erat dengan otoritas setempat.

"Dengan adanya kegiatan ini, kita berkolaborasi bersama pemerintah setempat mewujudkan salah satu kebijakan kita untuk melestarikan lingkungan pesisir pantai Lampung Timur," jelas Lesa.

"Semua program-program pemerintah yang berkaitan dengan aktivitas lingkungan, kami juga siap mendukung penuh,"imbuhnya.

Demplot mangrove yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan (pilot project) pertama ini diharapkan dapat tumbuh optimal, kuat, dan lestari berdampingan dengan aktivitas harian warga pesisir.(*)

Rabu, 02 September 2026

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif



PRAMUDYAFM,JAKARTA-- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia.

Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI di Jakarta, Rabu (2/9/2026), yang secara khusus membahas penyelenggaraan HPN dan wacana perubahan tata kelolanya.

Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta anggota Dewan Pers Abdul Manan, Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, dan Rosarita Niken Widiastuti.

Delegasi PWI dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekretaris Jenderal Marthen Selamet Susanto, Wakil Bendahara Umum Badar Subur, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu, Marah Sakti Siregar, serta sejumlah pengurus PWI Pusat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, PWI juga menyerahkan pendapat hukum resmi sebagai bagian dari penjelasan mengenai landasan hukum, sejarah, dan praktik kelembagaan penyelenggaraan HPN selama ini.

PWI Jelaskan Akar Sejarah HPN

Di hadapan pimpinan dan anggota Dewan Pers, Akhmad Munir memaparkan sejarah lahirnya HPN yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan PWI.

Tanggal 9 Februari yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional memiliki hubungan historis langsung dengan kelahiran PWI pada 9 Februari 1946 di Surakarta.

Gagasan penetapan Hari Pers Nasional secara formal kemudian lahir dari Kongres PWI di Padang pada 1978, dibahas dalam forum Dewan Pers pada masa itu, dan akhirnya memperoleh pengakuan negara melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

“Pemilihan tanggal 9 Februari memiliki kaitan sejarah yang tidak terpisahkan dengan berdirinya PWI pada 1946. Karena itu, kedudukan historis dan kelembagaan PWI dalam penyelenggaraan HPN tidak dapat begitu saja disamakan dengan organisasi pers lainnya,” kata Akhmad Munir.

Munir menjelaskan, selama kurang lebih empat dekade PWI secara konsisten menjalankan tanggung jawab penyelenggaraan HPN dengan melibatkan pemerintah, Dewan Pers, pemerintah daerah, organisasi pers, perusahaan pers, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai unsur masyarakat.

Praktik yang berlangsung selama puluhan tahun tersebut, menurut PWI, telah membentuk kontinuitas kelembagaan yang harus menjadi salah satu pertimbangan penting apabila tata kelola HPN hendak diperbarui.

Bahkan dalam Siaran Pers Dewan Pers tanggal 31 Agustus 2026, PWI disebut sebagai organisasi wartawan yang selama ini menjadi penanggung jawab dan penyelenggara HPN.

Dalam pertemuan itu PWI juga menegaskan bahwa Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 masih menjadi dasar hukum penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

PWI memahami adanya pandangan bahwa Keppres tersebut perlu diperbarui karena lahir sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak mengatur secara eksplisit siapa yang menjadi penanggung jawab HPN.

Namun menurut PWI, keadaan tersebut tidak serta-merta memberikan kewenangan kepada suatu lembaga atau organisasi pers untuk secara sepihak mengganti praktik penyelenggaraan yang selama ini telah berjalan.

“PWI tidak menolak apabila regulasi HPN hendak diperbarui. Tetapi sepanjang belum ada ketentuan hukum baru yang sah, kontinuitas penyelenggaraan HPN harus terus dijaga sebagai momentum persatuan insan pers nasional,” ujar Munir.

PWI juga menegaskan hubungan ideal antara Dewan Pers dan organisasi-organisasi pers berdasarkan Undang-Undang Pers adalah hubungan kemitraan dalam membangun kehidupan pers nasional.

Karena itu, upaya memperluas keterlibatan konstituen Dewan Pers dalam HPN harus ditempatkan dalam kerangka kolaborasi dan penguatan HPN, bukan menjadi alasan untuk mempertentangkan organisasi pers satu dengan lainnya.

Dewan Pers Dorong HPN Lebih Inklusif

Penjelasan sejarah, hukum, dan kelembagaan yang disampaikan PWI mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Secara umum, para anggota Dewan Pers dapat memahami penjelasan mengenai posisi historis PWI dalam HPN. Sejumlah anggota Dewan Pers, di antaranya Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, Rosarita Niken Widiastuti, serta Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, menyampaikan pandangan yang pada pokoknya mendorong agar penyelenggaraan HPN 2027 apabila tetap berada di bawah tanggung jawab PWI dilaksanakan secara lebih inklusif dan akomodatif terhadap konstituen Dewan Pers lainnya.

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat juga menekankan pentingnya semangat inklusivitas dalam penyelenggaraan HPN ke depan.

Akhmad Munir menyambut positif pandangan tersebut.

Menurutnya, mempertahankan sejarah dan kontinuitas kelembagaan PWI tidak berarti menjadikan HPN sebagai kegiatan eksklusif PWI.

“HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. PWI tidak pernah mengklaim HPN sebagai milik eksklusif PWI. Justru kami menyambut baik apabila seluruh konstituen Dewan Pers dapat terlibat secara aktif sehingga HPN benar-benar menjadi rumah bersama masyarakat pers Indonesia,” katanya.

PWI pun menyatakan siap membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi seluruh konstituen Dewan Pers dalam penyelenggaraan HPN 2027, baik dalam kepanitiaan, penyusunan agenda maupun berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HPN.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Dewan Pers Abdul Manan meminta PWI memperhatikan pula nuansa psikologis organisasi-organisasi konstituen lainnya apabila PWI tetap menjadi penanggung jawab HPN.

PWI menghormati pandangan tersebut dan terbuka terhadap pembahasan pembaruan regulasi HPN.

Namun PWI berpandangan setiap perubahan harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang tepat, berdasarkan kajian sejarah dan hukum secara utuh, serta melibatkan para pemangku kepentingan pers, termasuk PWI sebagai organisasi yang mempunyai hubungan historis langsung dengan lahirnya HPN.

Bagi PWI, pembaruan regulasi tidak seharusnya menghilangkan fakta sejarah yang justru menjadi alasan tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

PWI Siap Rangkul Seluruh Konstituen pada HPN 2027

Pertemuan tersebut sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan HPN 2027 yang lebih kolaboratif.

PWI memandang aspirasi Dewan Pers mengenai inklusivitas dapat diakomodasi tanpa harus memutus kontinuitas kelembagaan penyelenggaraan HPN yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, PWI akan mempersiapkan penyelenggaraan HPN 2027 dengan semangat baru: mempertahankan sejarah, memperkuat persatuan, dan memperluas partisipasi seluruh elemen pers nasional.

“HPN milik seluruh insan pers nasional. Kami menyambut baik keterlibatan aktif seluruh konstituen Dewan Pers. Namun sejarah dan kedudukan kelembagaan PWI tidak dapat dialihkan begitu saja tanpa dasar hukum yang sah. Selama belum terdapat regulasi baru, PWI akan melanjutkan tanggung jawabnya dan bersiap menyelenggarakan HPN 2027 bersama seluruh elemen pers nasional," tegas Akhmad Munir.

PWI berharap dengan pertemuan ini akar sejarah kelahiran HPN tetap kita hormati, dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka, inklusif, kolaboratif dan menjadi representasi semangat bersama seluruh masyarakat pers Indonesia.(ril)

TNI Gencarkan Sosialisasi Karhutla di Desa-desa Penyangga Kawasan TNWK



PRAMUDYAFM, KAMPUNG TIMUR  - Kembali gencarkan bahaya dan dampak Karhutla, Tim penyuluh dari Mabes TNI hari ini, Rabu (2/9/2026) kembali menggelar kumpul rembuk di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Kab. Lampung Timur.

Tim Mabes TNI yang beranggotakan 16 personel ini secara masif menggelar kegiatan sosialisasi ke desa penyangga dengan harapan semakin meningkatkan kepedulian masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian alam.

Camat Braja Selebah, Edi Yohanes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Mabes TNI yang turun langsung memberikan sosialisasi sekaligus edukasi kepada warganya terkait Karhutla.

"Atas nama warga masyarakat kami menyampaikan terima kasih kepada Tim dari Mabes TNI, ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi warga masyarakat bahwa TNI sudah berperan serta dalam penanggulangan Karhutla di kawasan TNWK", terangnya.

Lebih lanjut Edi menuturkan, terkait kebakaran sendiri yang terjadi di TNWK, saat ini masing-masing desa penyangga di Kecamatan Braja Selebah sudah membentuk satgas.

"Masing-masing satgas di tiap desa beranggotakan 10 orang dengan SK. dari Kades. Harapannya satgas ini memberikan kontribusi nyata agar desa-desa penyangga lebih peduli", tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Kolonel Ckm. Basuki Apriyadi menyampaikan bahwa keberadaan Tim Mabes TNI diwilayah terdampak Karhutla adalah perintah langsung Presiden Prabowo melalui Panglima TNI.

"Selain Intruksi Presiden (Inpres) juga UU Nomor 3 Tahun 2025 salah satu tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah (OMSP). Sehingga menyikapi kejadian Karhutla kami diperintahkan langsung untuk memberikan sosialisasi. Dimana hasil dari kegiatan ini nantinya akan kami laporkan sehingga kedepan tidak ada lagi Karhutla di TNWK", pungkasnya.

Beberapa poin hasil dari kumpul rembuk yang disampaikan oleh masyarakat diantaranya, dihidupkan kembali satgas atau kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Pembuatan jalan dan jembatan bagi MPA untuk membantu pemadaman bila terjadi kebakaran, memeriksa orang dari luar desa penyangga yang akan masuk mencari rumput ataupun mancing di kawasan serta pembuatan dan pemasangan plang himbauan tentang Karhutla di titik-titik tertentu.

Selain diskusi dan tanya jawab Tim Mabes TNI secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga masyarakat.

Sumber : pendim0429

Selasa, 01 September 2026

Penyuluhan Karhutla : Tim Mabes TNI Ajak Warga Jaga Hutan dari Api



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Tim Mabes TNI yang berjumlah 15 personel dipimpin langsung Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P., M.M., kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi/penyuluhan Karhutla, bertempat di Balai Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Selasa (1/9/2026).

Tim yang berada di wilayah Teritorial Kodim 0429/Lamtim ini merupakan salah satu bagian dari sekitar 1.482 personel yang dikerahkan langsung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diberbagai wilayah.

Pengerahan Tim menjadi bagian dari langkah TNI dalam mendukung penanganan Karhutla secara terpadu. Kehadiran personel yang bertugas di tiap wilayah diharapkan mampu membantu memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dari api.

Hal ini disampaikan oleh Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P., M.M., pada saat memberikan sosialisasi dihadapan para peserta yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, Kades, serta perangkat desa serta warga masyarakat desa Braja Harjosari.

"Butuh sinergi, kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak untuk menjaga hutan kita dari kebakaran. Mari bersama satukan hati satukan tujuan bagaimana kawasan TNWK kedepan tidak akan ada lagi Karhutla", terangnya.

Selain itu tim juga memberikan pemahaman langsung tentang bahaya ataupun dampak dari Karhutla seperti kesehatan, lingkungan hingga ekonomi.

"Mari cegah Karhutla dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan dengan musibah ini tidak hanya merusak ekosistem di hutan tapi juga mengganggu segala lini kehidupan", tegasnya.

Dengan kegiatan ini, TNI berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk berperan serta menjaga kelestarian hutan sehingga wilayah Kodim 0429/Lamtim terkhusus kawasan TNWK dapat terbebas dari Karhutla.

Sumber : Pendim0429

Senin, 31 Agustus 2026

Bupati Lampung Timur Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menerima silaturahmi siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026 dalam rangka membahas upaya peningkatan kompetensi dan strategi pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Pertemuan tersebut
menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, unsur TNI, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah didampingi Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, Kepala BPKAD, serta Kepala Bappeda.

turut hadir dari tim Seskoad 

1. Kolonel Inf Hasroel

2. Mayor Inf Winarno

3. Mayor Czi Irfan Gusema

4. Mayor Caj (K) Murni Hasibuan

5. Mayor Cpl Faisal Fadilla

6. Kapten Inf Adi Prayoga

7. Kapten Inf Ahmad Rizaldi

Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kolaborasi yang dilakukan oleh para siswa Seskoad. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat diterapkan pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi dan penanganan Karhutla.

“Terima kasih atas kolaborasinya. Kami sangat terbuka untuk mendapatkan masukan, terutama terkait apa saja yang diperlukan dan dukungan seperti apa yang bisa diberikan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah pemberdayaan desa-desa penyangga kawasan hutan. Dengan pemberdayaan yang tepat, masyarakat di sekitar kawasan hutan diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap kelestarian hutan.

“Yang kami pikirkan sementara ini adalah bagaimana desa-desa penyangga bisa diberdayakan agar hutan memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.

Pemkab Lampung Timur juga telah mendorong kolaborasi dengan desa-desa penyangga untuk menghadirkan pendamping yang dapat membantu memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan serta mencegah terjadinya kebakaran.

Selain pemerintah dan masyarakat desa, komunitas juga akan dilibatkan sebagai bagian dari kekuatan bersama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita gandeng juga komunitas agar bisa bergandengan tangan bersama-sama memberikan edukasi. Potensi berbasis komunitas ini sangat penting untuk menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan,” kata Bupati.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membangun komunikasi dan menyatukan data mengenai potensi maupun titik rawan Karhutla.


“Kita kumpulkan dulu komunitas, kemudian bersama Seskoad kita diskusikan. Harapannya nanti kita memiliki satu data dan satu pemahaman dalam melakukan langkah mitigasi,” ungkapnya.


Perkuat Mitigasi dan Peralatan Penanganan Karhutla


Dalam pembahasan tersebut, Pemkab Lampung Timur juga mengungkapkan sejumlah kendala yang selama ini dihadapi dalam mitigasi Karhutla.


Salah satunya adalah adanya indikasi aktivitas tertentu yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran. Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan dan keterlibatan bersama dari berbagai unsur.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus didorong untuk turun bersama melakukan pemantauan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dari sisi sarana dan prasarana, pemerintah daerah menyadari masih terdapat keterbatasan peralatan yang digunakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya adalah keterbatasan selang dengan ukuran dan panjang yang sesuai untuk menjangkau lokasi kebakaran di kawasan hutan.

Peralatan yang selama ini tersedia juga sebagian masih menggunakan peralatan pertanian sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan penanganan Karhutla.

Karena itu, Pemkab Lampung Timur telah mengambil langkah dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan dan selang khusus yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Tidak hanya memperkuat peralatan, peningkatan kapasitas personel juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Tim BPBD Lampung Timur akan mendapatkan pelatihan agar memiliki kemampuan dalam menghadapi berbagai karakteristik kebakaran, termasuk kebakaran di kawasan hutan dan lahan.

“Tim juga dilatih oleh BPBD agar tidak hanya menangani kebakaran rumah, tetapi juga memiliki kemampuan dalam menangani kebakaran hutan,” ujarnya.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, komunitas, desa penyangga, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja bersama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Lampung Timur berkomitmen membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih terencana, mulai dari edukasi masyarakat, pemberdayaan desa penyangga, penguatan komunitas, peningkatan kapasitas personel, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran, menjaga kelestarian kawasan hutan, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Lampung Timur.

Sumber : komdigilamtim

Perkuat Edukasi Karhutla, Tim Mabes TNI Gelar Penyuluhan di Braja Luhur ‎




PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR- Sosialisasi/ penyuluhan yang di gelar di Balai Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah pada Senin (31//8/2026) merupakan bentuk perhatian serius Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat penanganan di lapangan.

‎Adapun Tim penyuluh karhutla dari Mabes TNI diantaranya, Laksamana Pertama TNI Bambang Darmawan, Brigjen TNI Tomy Arif Susanto, S.I.P., M.M., (Katimluh), Kolonel Ckm Subi, Kolonel Laut Lugi Susanto, Kolonel Adm Imam, Kolonel Ckm Basuki Apriyadi, Letkol Cpm. Tonggo Parulian Hutabarat, Letkol Cpm Arif Widiyantoro, Mayor Czi Rifki Ardiyanto, Mayor Cke Yudi Nugroho Koeswidiarnoto, Mayor Cpm. Indrata Dhian Febriyanto, Kpt Cba Budi Nugraha, Kapt Inf Junedi serta Kpt Cku Borkat serta Kapten Kav Aprizal.

Dalam kegiatan sosialisasi, Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Tomy Arif Susanto, S.I.P., M.M. mengatakan,  kedatangan tim diwilayah Kabupaten Lampung Timur bertujuan membantu mengatasi persoalan Karhutla melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Sesuai dengan arahan dan petunjuk Presiden RI Bapak Prabowo bahwa kedatangan kami bertujuan membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lampung Timur terkhusus wilayah Taman Nasional Way Kambas melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Marsma TNI Bambang Darmawan menambahkan, nantinya tim penyuluh akan turun langsung ke lokasi-lokasi yang terjadi Karhutla. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, melihat kendala yang dihadapi personel, serta menerima masukan dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses penanggulangan.

"Karena setiap kejadian kebakaran lahan kawasan berdampak sangat luar biasa baik bagi ekosistem hutan maupun bagi lingkungan, sehingga pemerintah pusat memberikan atensi khusus agar ke depan bencana alam Karhutla tidak terulang kembali, khususnya di wilayah Kabupaten Lamtim terutama kawasan TNWK," jelasnya.

Sementara Kades Braja Luhur, Supratikno menyambut baik sinergi dan koordinasi yang dilakukan bersama TNI, termasuk melalui Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Kolaborasi ini penting untuk memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat berjalan secara optimal.

"Dengan sosialisasi yang masif dari Tim penyuluh karhutla dari Mabes TNI seperti sekarang ini diharapkan lebih dari bukan hanya sekadar memadamkan api, gerakan ini diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama", pungkasnya.

Pada kegiatan sosialisasi juga dilakukan diskusi dan tanya jawab, beberapa point yang disampaikan diantaranya. Selama ini masyarakat Braja Luhur jika melihat kebakaran hutan dengan intensitas api yg masih kecil tidak berani masuk ke hutan untuk memadamkan karena belum adanya kerjasama antara pihak TNWK dengan warga.

Sekiranya masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan pemadaman diberikan reward/ hadiah dari pihak TNWK sehingga masyarakat merasa diajak terlibat langsung terima desa-desa penyangga.

Banyak aspirasi yg sudah disampaikan dan tidak terealisasi karena terhambat efisiensi. Termasuk meminta adanya bantuan perahu serta pembuatan embung di lokasi-lokasi yang rawan Karhutlah sehingga mempermudah penanganan jika terjadi kebakaran.

Tidak kalah penting adalah bantuan alat pemadam khusus seperti alkon dan sejenisnya yang panjang selangnya bisa mencapai 1 Km. Agar dikaji ulang, selama ini mitra TNWK jika terjadi kecekaan kerja hanya mendapatkan honor 250rb per bulan.

sumber:Pendim0429

Sabtu, 22 Agustus 2026

Persilamtim Siap Rebut Juara di Grand Final Soeratin Cup U17 Hadapi Putrad PB, Sabtu Sore



PRAMUDYAFM, MESUJI -- Tim kebanggaan sepak bola Lampung Timur, Persilamtim, siap bertarung dalam babak Grand Final Soeratin Cup U17 Piala Gubernur Lampung 2026. Persilamtim dijadwalkan akan menghadapi Putrad PB (Putra Trans Angkatan Darat Poncowati, Lampung Tengah) Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 15.15 WIB.

Keberhasilan Persilamtim melaju ke babak grand final yang akan digelar di Lapangan Sepak Bola Mukti Karya, Panca Jaya, Mesuji ini diraih dengan catatan yang sangat impresif. 

Pelatih Kepala Persilamtim, Panca Adi Nirwana, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas konsistensi anak asuhnya yang belum tersentuh kekalahan sejak awal turnamen.

"Kita main dari penyisihan sampai semifinal tak terkalahkan dengan poin sempurna. Alhamdulillah, dengan semangat dan kekompakan pemain serta official, kita melaju ke final," ujar Coach Panca kepada Lampungku.id Jumat (21/8/2026).

Menghadapi Putrad PB di laga penentu esok sore, Coach Panca mewanti-wanti timnya untuk menjaga fokus penuh dan tidak menganggap remeh kekuatan lawan.

"Untuk pemain tetap konsentrasi. Siapapun lawan kita di final, itu tidak bisa kita remehkan karena final adalah penentuan untuk semua," tegas sang pelatih.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Coach Panca kepada seluruh elemen tim, manajemen, serta pengurus Assosiasi Kabupaten yang terus mengawal perjuangan talenta muda Lampung Timur ini.

"Terima kasih Coach Idris, Coach Agus, dan semua official serta jajaran yang sudah mendampingi dan mendukung sampai ke grand final. Semoga bisa bermain maksimal di grand final dan pulang membawa hasil juara," tambahnya.

Secara khusus, jajaran kepelatihan mengucapkan terima kasih mendalam kepada jajaran PSSI Askab Lampung Timur, terutama Ketua Umum Persilamtim H. Ahmad Fauzi (Bang Oji), Sekretaris Joko Basuki, serta Manager Joko Nugroho atas perhatian dan pendampingan melekat selama kompetisi berlangsung.

Coach Panca juga memberikan pesan motivasi dan ajakan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Lampung Timur, untuk bersatu memberikan dukungan.

"Harapan untuk masyarakat Lampung Timur, khususnya usia muda, mari kita buktikan bahwa Lampung Timur bisa membuktikan baik di kancah Nasional dan Internasional. Ayo kita sama-sama mengharumkan nama Lampung Timur!" pungkasnya.(Prap)

Jumat, 21 Agustus 2026

Perkuat Ideologi Aswaja dan NKRI, PCNU Lampung Timur Gelar PD-PKPNU Angkatan Ke-89



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Timur resmi menyelenggarakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Zona 3, Meliputi MWC Way Jepara, MWC Labuhan Ratu, MWC Sukadana dan MWC Bumi Agung.

Kegiatan yang menjadi ajang pengkaderan intensif ini dipusatkan di MI Ma'arif Miftahul Huda, Desa Labuhan Ratu 4, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Acara yang merupakan angkatan ke-89 ini diikuti oleh 102 peserta yang terdiri atas 55 laki-laki dan 47 perempuan. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mengikuti pembukaan yang berlangsung khidmat.

Ketua PCNU Kabupaten Lampung Timur, K.H. Dardiri Ahmad, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader dalam memahami jati diri organisasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan perintah organisasi yang bersifat mendasar bagi setiap warga Nahdliyin.

"Kewajiban sebagai warga Nahdlatul Ulama adalah memahami organisasi ini. Selama tiga hari ke depan, peserta akan ditempa dengan materi yang fokus pada dua hal utama, yaitu Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar K.H. Dardiri Ahmad saat membuka acara. Jum'at,(21/8/2026).

K.H. Dardiri Ahmad juga memotivasi para peserta agar bangga dapat mengikuti pendidikan ini. Menurutnya, tidak semua orang memiliki kesempatan dan kelapangan untuk mengikuti kaderisasi yang ketat ini. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan hingga tuntas dalam keadaan sehat.

"Kami atas nama pengurus cabang mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan ini di Kecamatan Labuhan Ratu. Saya mendoakan agar seluruh peserta mampu menyelesaikan pendidikan selama tiga hari dengan hasil yang maksimal," tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, di antaranya Sekretaris PCNU Abdul Latif Hasan, Wakil Ketua PCNU Mustakim, serta Instruktur PD-PKPNU Provinsi Lampung, Imam Makruf. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai elemen, termasuk Sekcam Labuhan Ratu yang mewakili Camat, serta perwakilan dari MWC NU Way Jepara, MWC NU Labuhan Ratu, MWC NU Bumi Agung, dan MWC NU Sukadana.

Setelah sambutan, K.H. Dardiri Ahmad secara resmi menyerahkan 102 peserta tersebut kepada tim instruktur wilayah untuk memulai proses pendidikan dan pelatihan selama tiga hari ke depan.(ril*/prap)

Rabu, 19 Agustus 2026

Semarak HUT ke-81 RI, MPC Pemuda Pancasila Lampung Timur Gelar Panjat Pinang, Donor Darah dan Mancing Gratis



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lampung Timur turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan kader dan masyarakat, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur, tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya perlombaan rakyat, panjat pinang, donor darah, serta mancing gratis.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antara keluarga besar Pemuda Pancasila dengan masyarakat.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Lampung Timur Hevzon mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh sukacita dan semangat gotong royong. Menurutnya, peringatan HUT RI bukan hanya menjadi momentum untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

"Sebagai Ketua MPC, saya berharap kegiatan ini bukan sekadar ajang berkompetisi, tetapi juga wujud penghormatan kita terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa ini," ujarnya.

Dia memberikan apresiasi kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Lampung Timur yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Kekompakan, kerja sama, dan kebersamaan yang ditunjukkan para kader dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan.

Selain perlombaan dan hiburan rakyat, kegiatan donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial Pemuda Pancasila kepada masyarakat. Sementara kegiatan mancing gratis dan panjat pinang menjadi hiburan yang mendapat antusiasme masyarakat.

 juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat desa di Kecamatan Marga Tiga yang ikut membantu mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan, khususnya warga Desa Tanjung Harapan sebagai lokasi pelaksanaan.

"Terima kasih juga kepada Bang Arman selaku Ketua Pelaksana. Tanpa dukungan warga Desa Tanjung Harapan, kegiatan hari ini tidak akan bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Dia berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan yang tercipta dalam rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari kita jadikan semangat kemerdekaan ini sebagai inspirasi untuk terus membangun kampung halaman dan membawa Lampung Timur menjadi jauh lebih baik lagi," pungkasnya.(ril)

 
Kode AdSense Anda