Labels

Kamis, 10 September 2026

Warga Labtu IX Antusias Ikuti Penyuluhan Karhutla Dari Mabes TNI



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Semangat warga untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terlihat jelas. Puluhan warga dari berbagai dusun tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di balai desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kamis (10/9/2026).

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari TNI selaku tertua Laksma TNI Bambang Darmawan bersama 13 personil rombongan. Tujuannya untuk memberikan pemahaman serta membangun komitmen bersama dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencana Karhutla.

Antusiasme warga terlihat sejak awal acara. Balai desa yang disediakan penuh sejak kegiatan belum, tidak hanya mendengarkan warga yang hadir juga aktif bertanya dan berdiskusi terkait solusi permasalahan yg kerap terjadi di Lampung Timur terkhusus TNWK.

Warga desa Labuhan Ratu IX, Kamidi mengaku sangat antusias karena banyak pengetahuan yang didapat setelah mengetahui kegiatan ini. Terlebih desanya merupakan penyangga kawasan TNWK.

"Kami sangat terbantu dengan penyuluhan ini. Sekarang kami jadi tahu dampak Karhutla tidak hanya ke hutan, tapi juga ke kesehatan anak-anak dan ekonomi kami," ujarnya.

Sementara Danramil 429-01/Labuhan Ratu Kapten Inf Sugiantoro menyampaikan apresiasi atas kehadiran warga pada kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Mabes TNI selama ±1 bulan ke desa-desa penyangga.

"Kami senang warga punya kepedulian tinggi. Dengan ilmu yang didapat hari ini, saya yakin kita bisa wujudkan TNWK kedepan tidak ada lagi Karhutla", kata Danramil.

Lebih lanjut Danramil berharap, kegiatan positif ini jangan berhenti pada saat sosialisasi selesai. Namun pengalaman apa yg telah di dapat dari Tim penyuluh Mabes TNI harus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau warga sudah paham dan peduli, maka upaya pencegahan akan lebih mudah. Mari kita jaga bersama demi udara bersih dan masa depan anak cucu," pungkasnya.

Selain Danramil, tampak hadir Sekcam Labuhan Ratu, Kades Labtu IX beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan warga masyarakat.

Selasa, 08 September 2026

Ada Apa Dua Pati TNI Datangi Desa Braja Asri

 


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Dua Perwira Tinggi (Pati) TNI yakni Brigjen TNI Laksma Bambang Darmawan dan Brigjen TNI Tommy Arief Susanto datangi Balai Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara, Selasa (8/9/2026).

Kedatangan dua Jenderal bersama 13 personil rombongan disalah satu desa penyangga kawasan TNWK tidak lain adalah dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Karhutla.

Secara umum, kegiatan sosialisasi carutlah dilakukan agar semua pihak paham, peduli, dan mau ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan terutama di kawasan TNWK.

Beberapa tujuan diadakannya sosialisasi ataupun sharing diantaranya, meningkatkan kepedulian/kesadaran masyarakat, memberikan pengetahuan bagaimana cara pencegahan, membangun komitmen bersama, menekan angka kejadian karhutla serta mempercepat penanganan di lapangan.

Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P,. M.M., dalam sambutannya menyampaikan, karhutla yg sering terjadi tiap tahun terutama pada saat musim kemarau dampaknya sangat luar biasa. Oleh karena itu segala upaya terus dilakukan salah satunya dengan kegiatan sosialisasi.

"Intinya kedatangan kami disini adalah silaturahmi sekaligus mencari saudara, kejadian kebakaran yg sudah berlalu kita ambil hikmahnya selanjutnya mari bersama kita lakukan diskusi sehingga kejadian ini tidak berulang tiap tahunya", ujarnya.

Selain itu, Tim Penyuluhan Mabes TNI menekankan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi, kepedulian dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah dampak Karhutla terhadap kesehatan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Seluruh kegiatan penyuluhan berlangsung aman dan lancar. Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintahan desa dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Lampung Timur terkhusus TNWK.

Sumber : pemdim0429

Senin, 07 September 2026

Tim Mabes TNI, Atasi Karhutla Butuh Sinergi dan Kolaborasi Semua Pihak



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR  - Tim Mabes TNI kembali menggelar kegiatan sosialisasi/ penyuluhan Karhutla di Desa Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Senin (7/9/2026).

mengawali sambutannya, Brigjen TNI Tommy Arief Susanto S.I.P., M.M., menyampaikan kegiatan ini bukan sosialisasi ataupun penyuluhan tapi lebih kepada kumpul rembuk. Sehingga kedatangan Tim Mabes TNI diwilayah Kabupaten Lampung Timur bisa memberikan informasi, edukasi serta solusi kepada masyarakat agar Karhutla tidak terjadi lagi.

"Sesuai dengan arahan dan petunjuk Presiden RI Bapak Prabowo melalui Panglima TNI bahwa kedatangan kami bertujuan membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lampung Timur terkhusus wilayah Taman Nasional Way Kambas melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak bisa ditangani hanya oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi nyata dari TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, hingga masyarakat untuk mencegah dan menanggulanginya.

"Menangani Karhutla tidak bisa jalan sendiri-sendiri. TNI dan Polri bertugas di lapangan, pemerintah membuat regulasi, perusahaan wajib menjaga lahannya, dan masyarakat adalah garda terdepan. Kalau tidak kompak, api kecil bisa jadi bencana besar," tegas Brigjend TNI Tommy.

Sementara Sekdes Karang Anyar, Mansrudin mewakili warga masyarakat desa Karang Anyar mengapresiasi serta mendukung inisiatif TNI pada kegiatan sosialisasi dalam rangka pencegahan Karhutla.

"Tentunya kami bersama warga masyarakat siap bersinergi. Dengan kolaborasi seperti ini kami yakin kawasan TNWK terkhusus wilayah desa-desa penyangga kedepan bisa bebas Karhutla," katanya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan sembako kepada perwakilan warga masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Sumber : pendim0429

Jumat, 04 September 2026

Sinergi TNI dan Masyarakat Wujudkan Wilayah Bebas Karhutla



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Tim Satgas dari Mabes TNI kembali melanjutkan kegiatan sosialisasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di desa penyangga kawasan TNWK.

Kegiatan kali ini berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Marga Sari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kab. Lampung Timur, Jum'at (4/9/2026).

Antusias dari jajaran Forkopimcam, perangkat desa serta para tokoh masyarakat desa setempat menyambut Tim Mabes TNI merupakan langkah konkret serta sinergi bersama-sama mencegah bagaimana Karhutla tidak terjadi lagi.

Dalam kegiatan penyuluhan, Laksma TNI Bambang Dharmawan menyampaikan kehadiran Tim dari Mabes TNI merupakan tindak lanjut perintah Panglima TNI dalam mendukung penanganan secara terpadu wilayah-wilayah yang terdampak Karhutla salah satunya kawasan TNWK.

"Lampung Timur terkhusus TNWK sudah terdampak, mudah-mudahan dengan sinergi bersama dari semua pihak jangan sampai kedepan terulang lagi terkait kebakaran hutan maupun lahan. Kuncinya ada di kita semua. Stop membuka lahan dengan cara membakar, lakukan secara masif patroli bersama, jika ada titik api segera laporkan ke Babinsa/ Bhabinkamtibmas ataupun posko terdekat", tegasnya.

Usai sambutan dan sosialisasi kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, animo tamu undangan cukup luar biasa terlihat setidaknya ada 12 orang bertanya terkait Karhutla yang masing terjadi di kawasan TNWK pada saat memasuki musim kemarau.

Poin penting penyampaian warga masyarakat yakni sangat dibutuhkan pembuatan embung dan alat pemadaman berupa pompa air dengan panjang selang minimal 1 Km untuk mempermudah proses pemadaman jika terjadi musibah kebakaran.

Beberapa penyampaian lain yg tidak kalah penting diharapkan kedepan sinergi dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian TNWK.

Selain 15 personel dari Tim Mabes TNI yang di pimpin Brigjen TNI Tommy Arief Susanto, S.I.P., M.M., dan Laksma TNI Bambang Dharmawan kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Labuhan Maringgai, Kepala desa beserta perangkat, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta warga masyarakat setempat.

Sumber : pendim0429

Kamis, 03 September 2026

Bupati Ela Gandeng Mitra Resmikan Demplot Mangrove Pesisir

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah beserta kepala OPD terkait/ist


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meresmikan demplot mangrove yang dikelola oleh Kelompok Hutan Mangrove Muara Lestari di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten setempat, Kamis (3/9/2026).

Peresmian demplot mangrove ini sekaligus ditandai dengan penanaman mangrove secara simbolis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah abrasi dan menjaga ekosistem di wilayah pesisir Lampung Timur.

Turut hadir pada acara tersebut Plt Camat Labuhan Maringgai Setiyo Cipto, Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah,Plt Kadis Perikanan Dwi Giyarti, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Marsan, Kepala Bapedda Verzanita Hasan, Perwakilan Koramil Labuhan Maringgai Serka Purwanto, Danpos Lanal Labuhan Maringgai Lettu Daryani, Aiptu Supriyadi serta para kepala desa se-Kecamatan Labuan Maringgai dan Mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Lampung. 

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan bahwa peresmian demplot mangrove seluas 2 hektar di lahan pesisir pantai Desa Muara Gading Mas secara kolaboratif bersama Komunitas Mangrove Muara Lestari.

"Kita akan jadikan kawasan mangrove, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi setiap tahun," ujar Bupati Ela.

Bupati Ela menambahkan bahwa peran aktif komunitas peduli lingkungan sangat krusial untuk menjaga kelangsungan program hijau ini.

"Selain itu, komunitas-komunitas mangrove ini harus dihidupkan kembali. Di Muara Gading Mas ini akan kita bina ekosistem mangrove-nya, termasuk ekosistem sampahnya. Pokoknya, ekosistem lingkungan di pesisir pantai Muara Gading Mas akan kita integrasikan," paparnya.

Lebih lanjut, Bupati Ela menegaskan bahwa kesuksesan agenda konservasi ini tidak lepas dari dukungan sektor swasta dan badan usaha.

"Alhamdulillah, ini bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada juga dari PHE OSES Pertamina dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ini adalah hasil kerja sama bersama," lanjutnya.

Bupati Ela pun mengucapkan terima kasih mendalam kepada PHE OSES Pertamina dan PNM yang telah berkontribusi nyata melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di pantai Labuhan Maringgai. Menurutnya, program ini mengemban misi penting untuk meningkatkan kesadaran ekologi warga sekitar.

"Ini juga sudah menjadi bagian dari tugas kita bersama untuk memberikan edukasi, pengertian, pendidikan lingkungan, dan pemahaman kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Kita akan selalu mengajak masyarakat berkolaborasi demi membangun ekosistem yang lestari," kata Bupati.

"Mudah-mudahan nantinya  laut Labuhan Maringgai, khususnya di Muara Gading Mas, akan tertata rapi dari sampah, bahkan ekosistem mangrove-nya jadi bagus," harapnya.

Menanggapi permasalahan sampah pesisir, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur pengolahan sampah modern.

"Nanti akan dibangun industri persampahan bernama RDF (Refuse Derived Fuel) khusus untuk melakukan tata kelola sampah. Supaya sampah organik dan anorganik dipilah terlebih dahulu sebelum diproses menjadi sesuatu yang bermanfaat," ungkapnya.

"Seperti yang sudah dilakukan di Sukadana, nanti akan diaplikasikan juga di Labuhan Maringgai. Nah, itu semua berkat kolaborasi yang kami harapkan. Mungkin nanti alat-alatnya kita persiapkan dari Pemda, PHE OSES, atau bisa juga dari PGN dan PNM. Siapa pun boleh berkolaborasi dalam rangka membangun ekosistem persampahan di Kecamatan Labuhan Maringgai," pungkas Bupati Ela.

Sinergi positif ini disambut hangat oleh pihak dunia usaha yang berkomitmen mengawal kelestarian lingkungan lokal. 

Assistant Manager PHE OSES, M. Lesa Amrullah, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, pihak swasta siap berkolaborasi erat dengan otoritas setempat.

"Dengan adanya kegiatan ini, kita berkolaborasi bersama pemerintah setempat mewujudkan salah satu kebijakan kita untuk melestarikan lingkungan pesisir pantai Lampung Timur," jelas Lesa.

"Semua program-program pemerintah yang berkaitan dengan aktivitas lingkungan, kami juga siap mendukung penuh,"imbuhnya.

Demplot mangrove yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan (pilot project) pertama ini diharapkan dapat tumbuh optimal, kuat, dan lestari berdampingan dengan aktivitas harian warga pesisir.(*)

 
Kode AdSense Anda