Labels

Selasa, 19 Mei 2026

HM Muslih Pimpin DPW Gapembi Lampung 2025–2030, Siap Kawal Program MBG



PRAMUDYAFM, BAEARLAMPUNG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Provinsi Lampung masa bakti 2025–2030 resmi dilantik di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana, Ketua Umum Gapembi Alven Stony, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, unsur Forkopimda Lampung, Wali Kota Bambang Iman Santoso, Wakil Bupati Tanggamus, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, para ketua Gapembi se-Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPW Gapembi Lampung HM Muslih menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi tersebut di tingkat provinsi. Dia berharap seluruh jajaran pengurus dapat terus mendapat arahan dari DPP Gapembi agar mampu menjalankan visi besar organisasi.

Menurut Muslih, saat ini di Lampung terdapat sekitar 1.170an Satuan Pelayanan Program Bergizi (SPPB). Namun, yang telah bergabung ke Gapembi baru sekitar 387 unit, sementara sisanya masih tergabung dalam berbagai yayasan.

Dia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan program kemanusiaan yang bertujuan mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Gapembi Lampung siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk bersama-sama mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Muslih.

Ketua Umum Gapembi Alven Stony menyebut program MBG merupakan gerakan nasional yang didukung investasi swasta dalam skala sangat besar. Hingga saat ini, kata dia, telah berdiri sekitar 28.800 dapur SPPG di seluruh Indonesia.

Jika setiap dapur memerlukan investasi rata-rata Rp3 miliar, maka total investasi yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp90 triliun.

“Dana itu murni berasal dari para mitra, bukan dari APBN maupun APBD,” ujar Alven.

AIven menegaskan, para mitra MBG hingga saat ini masih dalam tahap pengembalian modal investasi. Menurutnya, dibutuhkan waktu sekitar dua tahun agar investasi tersebut dapat kembali.

Alven juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meluruskan berbagai informasi keliru yang berkembang di masyarakat terkait program MBG.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, secara nasional jumlah Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah mencapai 28.800an unit.

Khusus di Provinsi Lampung, terdapat ribuan SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2,7 juta jiwa.

"Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penerima manfaat program makan bergizi terbesar kedua di dunia setelah India," kata Tengku.

Tengku menjelaskan, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan pasar yang pasti bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Menurutnya, satu SPPG dapat mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Sebagian besar dana tersebut akan berputar langsung di masyarakat melalui pembelian bahan baku dari petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan Gapembi Lampung dan pelaksanaan program MBG di daerah.

Menurutnya, program ini memiliki dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi peluang besar bagi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap pelantikan DPW Gapembi Lampung ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Af/Prapto)

Senin, 18 Mei 2026

PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027



PRAMUDYAFM, BANDARLAMPUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai mematangkan persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Salah satunya dengan belajar tata kelola penyelenggaraan event olahraga ke KONI Lampung.

Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat menegaskan dukungannya terhadap kesiapan Lampung sebagai tuan rumah Porwanas 2027. Dia optimistis Lampung tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu bersaing dalam perolehan medali.

“Kita targetkan Lampung masuk lima besar Porwanas 2027. Semangatnya sinergi untuk prestasi, termasuk sukses penyelenggaraan ajang nasional ini,” ujar Taufik saat menerima kunjungan pengurus PWI Lampung di sekretariat KONI, Senin (18/5).

Menurut dia, Lampung memiliki rekam jejak prestasi di sejumlah cabang olahraga, termasuk angkat besi. Karena itu, KONI meminta data atlet dari 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan untuk memetakan potensi sejak dini.

Terkait venue pertandingan, KONI membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi maupun Pemkot Bandar Lampung. “Kita bisa bekerja sama memanfaatkan fasilitas kampus dan pemerintah daerah,” katanya.

KONI juga siap mendukung program pemusatan latihan atlet Porwanas. Taufik menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel selama persiapan hingga pelaksanaan event.

“Hal penting dalam pengelolaan anggaran, kita harus mengusung keterbukaan dan transparansi,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengusulkan gajah sebagai maskot Porwanas 2027. Menurut dia, ikon tersebut selaras dengan identitas Lampung sekaligus sejalan dengan maskot PON XXIII 2032.

Dia juga mengusulkan survei bersama untuk penentuan sumber api Porwanas. “Bisa dari Suoh atau Ulubelu, sekalian untuk kebutuhan PON 2032,” ujarnya.

Sementara itu, Waketum IV KONI Lampung Krisna Putra menilai pemetaan potensi medali dan penentuan venue menjadi langkah penting sejak awal. Dia menyarankan PWI belajar dari pelaksanaan Porwanas Bandung yang terpusat di kawasan kampus.

“Kita analisa venue yang bisa dijadikan pusat Porwanas, misalnya di UIN atau Unila,” katanya.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan pihaknya mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi Porwanas 2027. Lampung terakhir kali menjadi tuan rumah pada 1993.

“Saat itu dibuka langsung Presiden Soeharto. Sekarang kami ingin mengulang kesuksesan penyelenggaraan HPN dan Porwanas,” ujarnya.

Menurut Wira, Porwanas 2027 akan mempertandingkan 14 cabang olahraga. PWI Lampung melalui SIWO mulai menyiapkan atlet sekaligus berkoordinasi dengan KONI terkait perangkat pertandingan hingga pelaksanaan event.

Lampung sebelumnya meraih medali emas dari sejumlah cabang, seperti bridge, catur, dan futsal. “Ada cabang baru mini soccer, saat ini masih tahap seleksi atlet,” katanya.

Selain olahraga, Porwanas juga akan diisi lomba karya jurnalistik dan fotografi dengan lokasi destinasi wisata dan kawasan bersejarah. “Ini momentum promosi wisata Lampung,” ujar Wira.

Wakil Ketua PWI Lampung Segan Petrus Simanjuntak menambahkan, PWI ingin mengadopsi sistem tata kelola dan pengelolaan keuangan KONI sebagai acuan penyelenggaraan Porwanas.

“Kami belajar dari KONI untuk menyusun rancang bangun pelaksanaan, mulai dari juri, wasit, venue, hingga dasar penganggaran di APBD,” katanya. (*ril/sup)

Minggu, 17 Mei 2026

Lampung Timur Berangkatkan 52 JCH Terakhir, Pola Baru Dinilai Efisien

Kepala Kemenhaj Hi.Liwon dan Kabag Kesra Setdakab Lampung Timur Yemi Hastarita (foto : Suprapto)


PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR --Sebanyak 52 jemaah calon haji (JCH) asal Lampung Timur yang tergabung dalam Kloter JKG 31 diberangkatkan dari halaman Islamic Center Sukadana menuju Asrama Haji Bandar Lampung, Minggu (17/5/2026) sore.

Rombongan terakhir JCH asal Lampung Timur tersebut dilepas oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Lampung Timur, Yemi Hastarita,mewakili Bupati Lampung Timur. 

Kepala Kantor Kementerian Haji Lampung Timur, Hi Liwon menyebut para jemaah didampingi oleh masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sehingga menambah kenyamanan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

Dia juga mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Daerah serta TNI-Polri terus bersinergi memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi para jemaah haji.

"Kolaborasi ini agar para jemaah dapat berangkat dengan nyaman, aman, selamat, dan bahagia hingga nantinya layak terbang menuju Arab Saudi,"harapnya.



Liwon juga menyebut pola baru pemberangkatan JCH tahun 2026 berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, para jemaah dinilai lebih nyaman meski jumlah panitia yang terlibat terbatas.

“Alhamdulillah pola baru pemberangkatan tahun ini tidak menemukan kendala. Justru jemaah merasa lebih nyaman dan prosesnya lebih lancar. Mudah-mudahan pola baru ini bisa dipertahankan dan diberlakukan pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan para calon jemaah haji untuk memperbaiki niat ibadah haji karena Allah SWT.

“Siapkan mental, jangan sampai lebih banyak rasa wisata dibandingkan rasa ibadah. Semoga seluruh jemaah pulang menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Kabag Kesra Setdakab Lampung Timur, Yemi Hastarita, menilai pola baru pemberangkatan haji tahun ini sangat efektif dan membantu para jemaah.

“Sangat membantu para jemaah, karena tidak terlalu lama menunggu akibat seremoni yang panjang. Sekarang jemaah datang, langsung naik bus, kemudian berangkat menuju Asrama Haji Bandar Lampung,” ungkapnya.

Diketahui ,usai prosesi pelepasan JCH, kepala Kemenhaj Liwon dan Kabag Kesra Yemi Hastarita turut mengawal para jemaah menuju Asrama haji Bandarlampung.(Prapto )

Kamis, 14 Mei 2026

Babinsa Kodim 0429/Lamtim Lakukan Pengamanan Ibadah Isa Al Masih



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR- Semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama kembali terlihat nyata di Kabupaten Lampung Timur. Personil Babinsa Koramil 429-04/Sribhawono Kodim 0429/Lamtim bersama Polri dikerahkan  melaksanakan pengamanan ibadah peringatan Kenaikan Isa Al Masih di Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Desa Sribhawono, Kamis (14/5/2026).

Sejak pukul 07:00 WIB personil gabungan TNI Polri telah bersiaga di depan pintu masuk gereja. Mereka tidak hanya berdiri dengan seragamnya,  tetapi juga menyapa jemaat dengan senyum dan sapaan hangat. Kehadiran Babinsa ini menjadi wujud nyata bahwa TNI hadir untuk seluruh rakyat, tanpa memandang suku, agama, dan golongan.

Di lokasi tersebut, Babinsa Peltu A. Karim, Pelda Sukaji serta personil dari Polsek setempat selain berjaga di luar, ia juga berkoordinasi dengan panitia gereja untuk memantau situasi di dalam lingkungan gereja. Komunikasi yang intens dengan tokoh agama dan jemaat menjadi kunci agar pengamanan berjalan humanis dan tidak menimbulkan kesan menakutkan.

Disela kegiatan, Babinsa menuturkan bahwa keamanan dan kenyamanan hari besar keagamaan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga panggilan untuk hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Dengan pengabdian yang tulus dirinya  berharap perayaan Kenaikan Isa Al Masih tahun ini menjadi momentum untuk semakin mempererat persaudaraan antar warga Lampung Timur.

“TNI kuat bersama rakyat. Dan rakyat kuat karena bersatu. Selamat memperingati Hari Kenaikan Isa Al Masih bagi saudara-saudara kami yang merayakan,” tutup Peltu Abdul Karim.

Terpisah, Danramil 429-04/Sribhawono Kapten Inf Heru. S menegaskan bahwa pengamanan tempat ibadah merupakan bagian dari tugas pokok TNI dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kenaikan Isa Al Masih adalah hari besar bagi umat Kristiani. Sebagai aparat teritorial, kami berkewajiban untuk hadir dan memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, lancar, dan khidmat. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada rakyat,” tegas Danramil.

Pendeta Gereja GKSBS Sribhawono, Aryamses Yoga Parlindungan Sianturi menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran TNI Polri.

"Kehadiran bapak-bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas membuat kami merasa aman dan nyaman. Ini adalah bukti bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika masih hidup dan dijaga bersama. Kami berdoa untuk keselamatan dan kelancaran tugas bapak-bapak TNI,” ucapnya usai ibadah..

Sumber:Pendim0429

Rabu, 13 Mei 2026

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027



PRAMUDYAFM, BANDARLAMPUNG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menggandeng Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) untuk mematangkan konsep Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus harian PWI Lampung dengan pengurus dan Dewan Perwatin di Sekretariat MPAL, Jalan Way Mahan, Sumurbatu, Bandarlampung, Rabu (13/5).

Ketua Harian MPAL Ahmad Nyerupa menegaskan, persiapan dua agenda nasional itu harus dilakukan secara serius. Sebab, kegiatan tersebut direncanakan dihadiri Presiden RI beserta jajaran menteri kabinet.

“Konsep acara harus benar-benar matang. Kami meminta setiap rangkaian kegiatan tetap menonjolkan kekayaan budaya Lampung,” ujarnya.

Menurut Ahmad, HPN dan Porwanas bukan sekadar ajang silaturahmi insan pers maupun kompetisi olahraga wartawan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum promosi budaya dan pariwisata Lampung di tingkat nasional.

Dalam pertemuan itu, pembahasan juga menyinggung penentuan maskot acara. Ketua Dewan Perwatin MPAL Erdiyansyah Putra mengusulkan gajah sebagai simbol utama kegiatan.

“Gajah adalah hewan khas Lampung yang aman dan ikonik untuk dijadikan maskot,” katanya.

Dia meminta rancangan maskot terlebih dahulu disampaikan kepada MPAL untuk dikaji lebih lanjut sebelum diputuskan secara resmi.

Sementara itu, Sekretaris Umum MPAL Roby Aswan mengatakan rekomendasi mengenai maskot, ikon, hingga susunan acara akan diputuskan melalui rapat Dewan Perwatin.

“Setelah ada keputusan resmi dari Dewan Perwatin, tindak lanjutnya segera kami informasikan kepada PWI,” ucapnya.

Kepala Sekretariat MPAL Lampung Sutan Darmawan mengapresiasi langkah PWI Lampung yang melibatkan lembaga adat dalam persiapan HPN dan Porwanas 2027.

Menurut dia, koordinasi tersebut penting agar penyambutan tamu dan simbol kegiatan tetap selaras dengan nilai-nilai adat Lampung.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan Porwanas juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas jurnalistik olahraga nasional.

“Porwanas menjadi ajang seleksi dan pembinaan wartawan olahraga untuk peliputan PON,” ujarnya.

Lampung terakhir kali menjadi tuan rumah Porwanas pada 1993. Pada pelaksanaan 2027 mendatang, daerah itu diperkirakan akan kedatangan sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia.

“Kami berharap Lampung mendapat manfaat besar dari kedua event ini, termasuk peningkatan ekonomi daerah dan promosi wisata,” tandasnya. (Ril)

 
Kode AdSense Anda