![]() |
| Peletakan batu pertama oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah |
PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR--Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, secara resmi mengawali pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse-Derived Fuel (RDF) di Desa Rantau Jaya Udik, Kecamatan Sukadana, Jumat (24/4/2026).
Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi pemerintah daerah dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas LHPKPP Yudi Irawan, Kepala Bappeda Agusrina Syaka, serta perwakilan Dinas PUPR. Hadir pula Camat Sukadana Hendra Setiawan, Kepala Desa Rantau Jaya Udik Agus Saleh, dan Manager Bisnis Mikro BRI LBO Metro, Triyanto Yohanes.
Bupati yang akrab disapa Mbak Ela ini menegaskan bahwa TPST RDF merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani maksimal.
"Ini adalah bagian dari agenda RPJMD kita. Kita harus bergerak cepat karena saat ini sampah yang tertangani baru sekitar 0,8 persen. Jadi, jangan terlena dengan wilayah kita yang luas dan lahan yang masih banyak," ujar Mbak Ela.
Ia mengingatkan masyarakat bahwa jenis sampah, baik organik, anorganik, hingga limbah B3 membutuhkan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Melalui sistem RDF ini, sampah akan dipilah secara otomatis. Sampah non-organik nantinya diolah kembali menjadi produk bernilai guna seperti paving block, bahkan dapat dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit listrik jika volumenya sudah mencukupi.
Pembangunan di Rantau Jaya Udik ini merupakan titik awal dari rencana pembangunan lima zonasi TPST RDF yang tersebar di seluruh wilayah Lampung Timur. Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada Juni mendatang.
Dukungan pembangunan ini juga datang dari dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI. Manager Bisnis Mikro BRI LBO Metro, Triyanto Yohanes, menyatakan bahwa partisipasi ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
"Kami berharap kehadiran TPST ini tidak sekadar menjadi tempat pembuangan akhir, tetapi menjadi pemicu kesadaran warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah," pungkas Triyanto.(Prapto)






