Labels

Jumat, 04 Maret 2022

Ajak ASN Kembangkan Layanan Digital, Ketua Umum Korpri Prof Zudan AF: Tidak Bisa Lagi Terapkan Pola Lama



WartaPramudya--,   Ketua Umum Korpri yang juga Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Prof Zudan Arif Fakrulloh yang kerap viral di media sosial hadir secara khusus di kampus Jatim Corporate University (Corp-U). Pihaknya memberikan ceramah tematik kepada lebih dari 800 ASN yang menjalani Diklat di Badan Pengembangan Sunber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Kamis (3/3).


Dalam ceramahnya, Prof Zudan mengajak para ASN untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan era digital saat ini. Hal ini karena ASN tidak bisa lagi menerapkan pola lama dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Sebab, masyarakat terus menuntut pelayanan yang cepat, tepat dan efisien. 


Agar bisa memenuhi tuntutan tersebut, ASN harus memiliki inovasi salah satunya dengan membuat program kerja berbasis digital. Inovasi itu harus dilakukan semampunya, apakah berbasis website, appstore, atau layanan hotline berbasis chat whatsapp. Langkah itu pernah dilakukannya di Ditjen Dukcapil Kemendagri sebagai upaya komunikasi negara kepada rakyat. "Tentu tidak mudah, karena dengan berkomunikasi secara langsung itu kita harus siap mendapat komplain, bulian, kritikan, cacian dan sebagainya. Tapi itu menjadi bahan bagi kita untuk terus berbenah sehingga layanan berbasis whatsapp itu terus kita kembangkan," ujar Prof Zudan. Apa yang saya lakukan ini adalah menangkap dan melaksanakan arahan Mendagri Prof Tito Karnavian agar para ASN merubah pola pelayanan, kultur pelayanan dan menggunakan teknologi untuk memudahkan pelayanan tegas Zudan.


Dalam menciptakan inovasi, Prof Zudan juga menekankan pentingnya branding terhadap inovasi.  Tujuannya, agar program kerja mereka dapat dimengerti dan dijalankan oleh masyarakat. "Ini bukan berarti pamer kinerja. Namun kita berupaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital," kata Prof Zudan yang juga Ketua DPP Korpri.


Selain itu ASN juga harus menjadi marketing atas program yang dibuatnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa semakin paham dengan program tersebut dan bisa menjalankan aplikasi layanan yang sudah di buat oleh ASN. "Disini para ASN harus bisa menerapkan programnya, mereka harus menguasai teknologi dengan memanfaatkan medsos untuk mensosialisasikan programnya," katanya.


Prof Zudan mengatakan, berbagai layanan yang diberikan secara mudah untuk masyarakat adalah upaya negara memberikan kebahagiaan pada rakyatnya. Karena itu, inovasi hendaknya memiliki semangat memudahkan layanan bagi masyarakat, sehingga mereka bisa merasa bahagia.


Terkait keberhasilan inovasi ASN, Prof Zudan mencontohkan program BPSDM Jatim seperti Webinar ASN Belajar yang dilaksanakan secara berkala setiap pekan. Pihaknya mengatakan, inovasi ini menjadi sangat istimewa karena memiliki nilai adaptif terhadap perkembangan teknologi.  Manfaat pentingnya adalah ASN dapat belajar setiap pekan tanpa harus hadir di lembaga diklat. Sebab, mereka dapat mengikuti kelas sesuai kebutuhannya secara virtual. 


"Saya mendengar peserta yang ikut sampai ribuan  setiap sesinya. Itu artinya, ASN kita benar-benar membutuhkan program ini untuk pengembangan kompetensi mereka di era yang begitu kompleks dalam melayani masyarakatnya agar bahagia," tutur Prof Zudan.


Program ASN Belajar tersebut, lanjut Prof Zudan, diharapkannya tidak hanya dilaksanakan satu pekan sekali. "Kalau melihat antusias ASN tinggi, semestinya program ASN Belajar ini dapat digelar dua kali dalam sepekan. Sehingga ASN tidak pernah ketinggalan informasi yang mereka butuhkan maupun pendidikan dan pelatihan penunjang tugas-tugasnya," ujar Prof Zudan.


Di sisi lain, agar inovasi itu bisa memberikan manfaat, ASN maupun masyarakat harus memiliki perangkatnya, seperti smartphone maupun perangkat digital lainnya. Program pelayanan digital saat ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti layanan pengurusan KTP, akte kenal lahir dan lain sebagainya.


Lebih lanjut Prof Zudan juga meminta agar ASN bekerja sesuai orbitnya. Hal ini agar ASN tidak benturan sebagaimana tata surya tidak pernah bertubrukan karena berjalan sesuai orbitnya. "Orbit tertinggi adalah pimpinan, jadi ASN harus mengikuti arahan pimpinan dan bekerja sesuai bidang dan tanggung jawabnya. Tidak usah mencela kinerja ASN lainnya, tapi harus selalu berbuat baik," pungkas Prof Zudan.


Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim Aries menyampaikan, dalam ceramah tematik kali ini secara khusus menghadirkan Dirjen Dukcapil Kemendagri untuk memotivasi para ASN dalam menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 800 peserta yang berasal dari peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tk II angkatan IV, Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 13 dan 14 ,Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 14 dan 15 serta Pelatihan Latsar CPNS Golongan II dan III secara luring dan daring.


"Kami berharap para ASN terus menyadari betapa pentingnya bijak di tengah perkembangan era digital saat ini. Mampu beradaptasi dengan melahirkan inovasi yang memudahkan layanan, sekaligus mampu mengantisipasi berbagai dampak negatif teknologi digital," tutur Aries.(spmec)

Kamis, 03 Maret 2022

Perjuangkan Kebutuhan Minyak Goreng Bagi Rakyatnya, Gubernur Gorontalo Temui Mendag



WartaPramudya,--Jakarta, Kelangkaan minyak goreng di Provinsi Gorontalo yang masih terjadi membuat Gubernur Rusli Habibie merasa perlu untuk menemui Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Rusli diterima di kediaman Muhammad Lutfi di Jakarta, Kamis (3/3/2022).


Gubernur yang akan mengakhiri jabatan pada 12 Mei 2022 itu bermohon ke Mendag agar bisa memenuhi kebutuhan minyak goreng bulanan Gorontalo sebesar 1.260.000 liter. Janji dari Kemendag untuk mengirimkan 317 Ribu Liter hingga 27 Februari kemarin nyatanya baru terealisasi 230 ribu liter.


"Untuk kebutuhan rakyat saya akan kawal hingga ini selesai. Makanya saya temui Pak Menteri, alhamdulillah beliau menerima terbuka dan setuju dengan permohonan kami," ka Rusli usai pertemuan.


Persoalan minyak goreng di Gorontalo, menurut Rusli harus segera teratasi sebab berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Terlebih tinggal sebulan lagi akan memasuki bulan suci Ramadan di mana konsumsi rumah tangga dan produksi kuliner UMKM meningkat.


"Stok kemarin yang dikirim ke distributor sudah kosong semua. Sekarang sudah di tingkat agen dan pengecer. Saya khawatir kalau lama lagi suplainya maka kelangkaan akan terus terjadi," imbuhnya.


Pertemuan yang berlangsung santai dan penuh kehangatan itu berjalan baik. Besok rencananya akan digelar rapat tindaklanjut bersama Dirjen terkait yang dihadiri Mendag M. Lutfi dan Gubernur Rusli.(mec)

Alasan Klasik Lupa Pakai Masker dan Terburu-buru, Puluhan Warga Terjaring Razia Prokes TNI-Polri



WartaPramudya--Lampung Timur, Personil TNI Polri yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Pekalongan terus bergerak guna mendisiplinkan protokol kesehatan bagi masyarakat pada pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kategori level 3 di Kabupaten Lampung Timur.


"Pendisiplinan prokes yang kami laksanakan masih fokus di fasilitas-fasilitas umum seperti yang dilakukan hari ini tepatnya di pasar Pekalongan. Mengingat pasar merupakan tempat berkumpulnya orang yang berasal dari wilayah berbeda", ujar Babinsa Koramil 429-07/Pekalongan Serma Eri Supriadi, Kamis (3/3/2022).


Eri mengungkapkan, pada penindakan gabungan ini Koramil bersama Polsek juga didukung oleh Polres Lamtim, Pol-PP dan BPBD. Pihaknya juga menyebutkan bahwa puluhan pelanggar yang tidak menggunakan masker diberi tindakan tegas supaya menjadi efek jera namun dengan cara-cara yang humanis.


"Ada yang tidak menggunakan masker, ada juga yang sudah menggunakan tapi penggunaannya tidak tepat, bahkan tidak sedikit dari mereka beralasan lupa dan terburu-buru. Mereka kita tegur dan diberikan sanksi supaya tetap ingat serta tidak mengulangi lagi tentunya dengan cara-cara yang humanis", tambahnya.


Sementara itu Wakapolsek Pekalongan Iptu P. Siregar yang juga turut hadir dalam operasi yustisi mengungkapkan, selain merazia masker, kegiatan hari ini juga sekaligus sosialisasi tentang pentingnya disiplin Prokes 5M ditengah pandemi Covid-19.


"Untuk warga Pekalongan, Tolong Patuhi dan laksanakan imbauan dari Pemerintah, terapkan Pola Hidup 5M agar Wabah ini segera berakhir harapanya kesehatan pulih ekonomi bangkit", tegasnya.(tmsp)

Rabu, 02 Maret 2022

Kemendagri Dorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Pada Pengadaan Barang/Jasa Di Lingkungan Pemda



WartaPramudya--Jakarta ,Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Gerakan ini terus diperkuat usai penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada 25 Februari 2022 lalu. 


Untuk mengulas dan menyosialisasikan SEB tersebut lebih dalam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri menggelar Webinar Series Keuda Update Seri 8 Bertajuk "Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Daerah", Rabu (2/3/2022). 


Dalam sambutannya, Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, SEB bertujuan untuk mendorong produk dalam negeri, mempercepat serapan anggaran, serta memangkas birokrasi, sehingga proses pengadaan barang dan jasa menjadi lebih efektif dan efisien. 


“Tentu surat edaran ini akan bisa terlaksana apabila kita semua memahami bagaimana isi surat edaran ini. Kemudian pemerintah daerah juga melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka pembentukan tim dan juga konsolidasi di internal pemerintah daerah. Kemudian OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red) terkait juga melakukan upaya-upaya sesuai dengan tujuan sebagaimana surat edaran,” katanya. 


Sementara itu, selaku keynote speaker Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro memaparkan, pemerintah telah memastikan produk-produk dalam negeri menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Indonesia. Kemendagri sangat mengapresiasi kebijakan dalam mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut, kata dia, telah diterbitkan berbagai aturan terkait kebijakan itu. 


“Pemerintah berharap kita semua bahu-membahu dari pusat sampai daerah agar 40 persen potensi pengadaan barang dan jasa itu kita dorong untuk mengupayakan dan memberdayakan produk-produk dalam negeri, yang tentunya penyedianya adalah kawan-kawan kita yang bergerak di UMKM maupun koperasi,” tuturnya. 


Suhajar melanjutkan, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar kurang lebih Rp 1.040 triliun, sekitar 52 persen di antaranya digunakan untuk pengadaan barang/jasa. Dari angka yang besar tersebut, pemerintah mendorong potensi pengadaan barang/jasa diarahkan minimal 40 persen untuk produk-produk dalam negeri. Harapannya, upaya itu akan menggerakkan serta menumbuhkembangkan koperasi dan UMKM di seluruh penjuru tanah air. 


“Kepala daerah agar berpihak kepada rakyat yang banyak, rakyat yang banyak itu ada di UMKM ini di antaranya. Jadi kalau 50 persen lebih dari 1.040 triliun lebih APBD provinsi, kabupaten/kota, itu untuk pengadaan barang dan jasa. Dan 40 persen di antaranya kita dapat arahkan untuk kawan-kawan kita yang berada pada sektor koperasi, UMKM yang mengolah produk dalam negeri,” tandasnya. 


Webinar ini dihadiri oleh berbagai narasumber kompeten, yaitu Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Hermin Esti Setyowati; Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari; Analis Kebijakan Madya/Koordinator Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) AL Sihombing; Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Budiono Subambang; dan Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Ditjen Bina Keuda Kemendagri Horas Maurits Panjaitan. (Puspen Kemendagri)

Setelah Menjalani Swab, 8 Dari 9 Warga Way Bungur Dinyatakan Negatif Covid-19



WartaPramudya--Lampung Timur, Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan diwilayah Kecamatan Way Bungur, Rabu (2/3/2022).


Seperti yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 429-02/Way Bungur Kodim 0429/Lamtim Serka Jaswadi bersama Tim kesehatan Way Bungur melaksanakan Tracing terhadap warga yang melaksanakan kontak erat terhadap pasien Covid-19.


Iswamati (30) warga Tambah Subur pada (1/3/2022) melaksanakan pemeriksaan kehamilan di RS. Permata Hati Kota Metro. Karena pada saat pemeriksaan yang bersangkutan mengalami lemas, batuk dan flu maka pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan RDT-AG (Rapid Diagnostic Test Antigen) dan hasilnya dinyatakan positif.


Dari hasil tersebut maka Tim kesehatan Way Bungur didampingi Babinsa serta Bhabinkamtibmas mengadakan Tracing kontak erat terhadap keluarganya. Yakni Caca Cahyadi (34) suami pasien dan Rizkia Okta (11) keduanya dinyatakan negatif.


Selanjutnya Tim pindah lokasi kerumah Keluarga Sumadi (65) yang saat ini sedang dirawat di RSUD Sukadana dan dinyatakan positif. Adapun yang kontak erat dengan pasien adalah keempat anaknya yakni, Agus Suseno (45), Watilah (40), Desi Ratnasari (22) dan Ida Nurhayati (32) dari hasil swab keempatnya dinyatakan negatif.


Sementara warga Desa Tegal Ombo, Tupon (79) yang juga mengalami keluhan batuk, demam, sesak nafas, pada tanggal 28-2-2022 dibawa ke RSUD Sukadana dinyatakan positif saat ini sedang melaksanakan Isoman mulai tanggal 01-3-2022.


Tindakan antisipasi meluasnya penyebaran Covid-19, Tim kesehatan juga melakukan swab terhadap keluarga yang melakukan kontak erat, Sani (68) Istri pasien dinyatakan positif sedangkan Aminah (25) dan Sarini (49) keduanya negatif.


Babinsa Serka Jaswadi menghimbau bagi pasien yang dinyatakan positif dan menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) agar tetap mempedomani prokes serta mengikuti ketentuan yang ada seperti tidak keluar rumah.


"Kami bersama Tim kesehatan nantinya akan terus memonitor perkembangan kesehatan pasien yang sedang Isoman. Tak hanya itu jika perlu kita koordinasikan dengan perangkat desa agar dibantu kebutuhanya selama menjalani Isolasi sehingga dengan dukungan moril ini akan semakin mempercepat pemulihan kesehatan yang bersangkutan", terangnya.


"Tracing terhadap kontak erat ini akan terus kami lakukan sebagai upaya guna memutus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lampung Timur khususnya Kecamatan Way Bungur", pungkas Babinsa.(tmsp)

 
Kode AdSense Anda