Labels

Sabtu, 24 Januari 2026

Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat Melalui Kegiatan Gotong-royong



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR- Babinsa Koramil 429-04/Sribhawono Kodim 0429/Lamtim Sertu Sarjono menghadiri kegiatan gotong-royong pembuatan drainase di Dusun 8, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Sabtu (24/01/2026). Oo o om

Sebagai informasi bahwa anggaran yang digunakan menggunakan donasi dari Yayasan Muhammadiyah dan hasil swadaya masyarakat setempat.

"TNI Manunggal dengan Rakyat" adalah konsep fundamental yang berarti Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatu dan bersatu padu dengan rakyat, bukan hanya sebagai kekuatan militer tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang saling membantu, membangun, dan menjaga keamanan serta bergotong royong.

Kemanunggalan ini mencerminkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang berasal dari, bersama, dan untuk rakyat.

Secara keseluruhan, "TNI Manunggal dengan Rakyat" adalah praktik nyata yang memperkuat persatuan dan sinergi antara militer dan sipil untuk membangun bangsa yang kuat.

Kegiatan kerja bakti (Gotong royong) merupakan bentuk kepedulian aparat teritorial dalam hal ini Babinsa terhadap warga binaanya dan juga sebagai wahana untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan Babinsa, disela-sela kegiatan pembuatan drainase/siring hasil donasi dari Yayasan Muhammadiyah serta swadaya masyarakat.


"Selaku Babinsa tentunya saya sangat mendukung kegiatan gotong royong yang merupakan tradisi dan kebudayaan bangsa Indonesia sejak dahulu kala guna memupuk kebersamaan, kekompakan serta meringankan beban kerja", katanya.

Lebih lanjut Babinsa menambahkan, melalui gotong royong ini akan terbentuk sinergitas TNI dan seluruh komponen masyarakat. Sekaligus dalam rangka pencapaian Tugas Pokok TNI AD khususnya untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah.(Pendim0429).

Jumat, 23 Januari 2026

Presiden Prabowo Dukung Pembangunan Pembatas Permanen Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap konflik antara manusia dan gajah liar yang kerap terjadi di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Presiden menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan sumber daya dalam pembangunan pembatas permanen antara kawasan konservasi dan permukiman warga.


Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang menyebutkan bahwa Presiden memandang konflik gajah dan manusia di Way Kambas bukan semata persoalan satwa liar, melainkan juga isu kemanusiaan dan konservasi yang harus ditangani secara berkelanjutan dan terintegrasi.


“Presiden melihat konflik ini bukan hanya soal satwa liar, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang adil bagi manusia dan alam,” ujar Gubernur Lampung.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan konflik gajah dan manusia di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan tanggul pembatas permanen TNWK merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Lampung Timur.


“Kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden dan pemerintah pusat. Pembangunan tanggul pembatas ini adalah harapan yang sejak lama disuarakan masyarakat Lampung Timur. Harapannya, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan tetap menjaga kelestarian konservasi TNWK,” kata Bupati Ela saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).


Menurutnya, konflik antara manusia dan gajah di Lampung Timur telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan serta mata pencaharian masyarakat di desa-desa penyangga TNWK. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah kerap berada di posisi terdepan sebagai penyangga dampak konflik.


“Selama ini pemerintah daerah selalu menjadi bantalan. Apa yang bisa kami lakukan sesuai dengan tugas dan kewenangan, telah kami upayakan melalui berbagai program,” ujarnya.


Ela menjelaskan, pada tahun 2025 lalu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah membangun tanggul pembatas di sejumlah titik rawan konflik, meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah. Salah satu lokasi prioritas pembangunan berada di Desa Braja Asri, yang dinilai memiliki tingkat risiko konflik yang tinggi.


Selain pembangunan tanggul, Pemkab Lampung Timur juga menyalurkan bantuan rehabilitasi lahan pertanian pascakonflik sebagai bentuk kompensasi atas kerusakan lahan warga akibat gangguan gajah liar. Bantuan lainnya meliputi penyediaan sarana siaga penghalauan gajah serta berbagai program pendukung, seperti usulan pembangunan jalan usaha tani.


“Upaya-upaya tersebut kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kemampuan daerah. Namun dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami optimistis penanganan konflik gajah dan manusia di Way Kambas dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Bupati Lampung Timur juga berharap pembangunan pembatas permanen di kawasan TNWK nantinya tidak hanya mampu meminimalisasi konflik, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang menyeimbangkan kepentingan perlindungan satwa liar dengan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap pembangunan pembatas permanen ini menjadi solusi yang adil. Konservasi tetap terjaga, dan masyarakat dapat hidup dengan aman serta sejahtera berdampingan dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas,” tutup Ela Siti Nuryamah.(ril)

BRI Salurkan Bantuan Sembako Lewat Ponpes Al Ma’ruf untuk Warga Kurang Mampu di Desa Sumber Jaya



PRAMUDYAFM, WAWAY KARYA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (22/1/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pondok Pesantren Al Ma’ruf Desa Sumber Jaya dengan total anggaran maksimal sebesar Rp50.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pimpinan Cabang BRI BO Metro, Jamali, mengatakan bahwa program BRI Peduli merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional BRI.

"Melalui program TJSL BRI Peduli ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu, sekaligus mempererat sinergi antara BRI dan lembaga sosial keagamaan," ujar Jamali.

Jamali menambahkan, penyaluran bantuan melalui pondok pesantren dinilai tepat sasaran karena pesantren memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di lingkungannya.

"Kami menilai penyaluran bantuan melalui pondok pesantren lebih efektif dan tepat sasaran, sebab pesantren memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di sekitarnya," tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Ma’ruf Desa Sumber Jaya, Kiyai Kuslan Abdul Ghofur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya dalam menyalurkan bantuan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah mempercayakan Ponpes Al Ma’ruf sebagai mitra penyaluran bantuan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya warga yang benar-benar membutuhkan," kata Kiyai Kuslan Abdul Ghofur.

Menurutnya, paket sembako akan segera didistribusikan kepada warga yang telah didata sebelumnya agar bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Program BRI Peduli TJSL ini sejalan dengan upaya BRI dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Sentuhan Sosial BRI: Paket Sembako Mengalir untuk Warga Kurang Mampu di Desa Karang Anom

Penyerahan paket sembako kepada masyara katkurang mampu


PRAMUDYAFM, Waway Karya – Komitmen Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Kamis (22/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Barokah Waway Karya dengan total anggaran maksimal mencapai Rp194.250.000. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pimpinan Cabang BRI BO Metro, Jamali, mengatakan bahwa program BRI Peduli merupakan wujud nyata kehadiran BRI di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Melalui program TJSL BRI Peduli ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan paket sembako ini dapat membantu meringankan beban warga serta membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Jamali.

Jamali menegaskan, BRI akan terus berkomitmen menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat di daerah.

"BRI akan terus berkomitmen menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat," kata Jamali. 



Sementara itu, Ketua YPI Al B7arokah Waway Karya, Solikin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Desa Karang Anom.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini melalui YPI Al Barokah. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami dan semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut ke depannya," ungkap Solikin.

Menurutnya, sinergi antara dunia perbankan dan lembaga sosial menjadi langkah strategis dalam memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Program BRI Peduli ini disambut antusias oleh masyarakat penerima manfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.(**)

Senin, 19 Januari 2026

Dandim Pimpin Upacara Bendera Bulanan Sekaligus Jam Komandan



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR - Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, pimpin Upacara Bendera Bulanan, bertempat di lapangan Apel Makodim, Jl. Soekarno-Hatta, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Senin (19/1/2026).

Bertindak selaku Irup, Dandim membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa di penghujung tahun 2025, TNI dihadapkan dengan berbagai tantangan mulai dari sejumlah bencana alam di sejumlah wilayah di Indonesia hingga dinamika dan ketegangan geopolitik global. Sehingga kondisi tersebut menuntut seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk selalu bersikap PRIMA yakni, Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.

Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas dedikasi serta profesionalisme yang telah ditunjukkan dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan sangat tergantung pada kesiapan fisik, mental, serta moral seluruh prajurit dan PNS TNI. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme disiplin, serta kemampuan teknis dan mental harus dilakukan secara berkelanjutan. 

Selain itu, Panglima TNI mengingatkan pentingnya menjaga kesiapsiagaan menghadapi segala bentuk ancaman, baik tradisional maupun non tradisional memperkuat soliditas internal TNI serta meningkatkan Sinergi dan kerjasama dengan Polri kementerian dan lembaga terkait lainnya. 

Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh Jajaran untuk terus peduli dan mencermati perkembangan lingkungan strategis, khususnya dinamika geopolitik internasional agar Indonesia sebagai negara besar mampu mempersiapkan diri menghadapi percepatan perubahan situasi global.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan jam Komandan (Jamdan), pada kesempatan tersebut Dandim mengajak kepada seluruh prajurit untuk menerima, mencermati serta melaksanakan apa yang menjadi arahan Panglima TNI.

Selanjutnya Dandim menekankan kepada prajurit untuk melaksanakan tugas yang diembankan oleh komando atas dengan berani, jujur, tulus dan ikhlas serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan pribadi, keluarga maupun satuan.

Sebagai Apkowil, Dandim menegaskan kepada jajarannya untuk lebih cepat dan tanggap dalam menyikapi segala bentuk perkembangan situasi maupun kejadian diwilayah dengan melaporkan secara hierarki.

Diakhir arahannya, Dandim menghimbau kepada seluruh prajurit untuk menjaga sinergitas dan soliditas sesama anggota maupun instansi terkait dalam rangka keberhasilan pelaksanaan tugas dilapangan.

Sumber : Pendim0429

 
Kode AdSense Anda