Labels

Minggu, 25 Januari 2026

Dandim Sambut Pangdam XXI/Radin Inten Kegiatan Gerakan Bersatu dengan Alam



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR- Komandan Kodim (Dandim) 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji, sambut Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam kegiatan "Gerakan Bersatu Dengan Alam" bertempat di Kantor Balai TNWK, Sabtu (24/01/2026).


Turut hadir, Guber Lampung Rahmat Mirzani Djausal Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo, Kabinda Lampung Suryono, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana, para Asisten Kasdam XXI/Radin Inten, para Kasi Kasrem 043/Gatam, Kepala Balai TNWK, unsur Forkompinda Kabupaten Lamtim, perwakilan Camat dan Kades Desa penyangga TNWK.


Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturipada saat membuka langsung kegiatan Gerakan Bersatu Dengan Alam yang dikemas dalam bentuk dialog mengungkapkan, mengingat manusia merupakan mahluk yang memiliki akal dan tanggung jawab tertinggi dalam menjaga keseimbangan alam sehingga masalah terkait konflik gajah dan manusia harus disikapi dengan bijak.


Pangdam juga menyoroti kondisi TNWK dengan total luasan mencapai 125 ribu hektare saat ini sudah mengalami kerusakan sekitar 34%. Sehingga diperlukan langkah serius dan berkelanjutan untuk pemulihan kawasan.


"Butuh kolaborasi dan sinergi antara pemerintah Kabupaten, Provinsi serta Pusat. Oleh karena itu dialog ini diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis yang mencakup jangka pendek, menengah dan jangka panjang dalam rangka penyelesaian konflik antara manusia dengan gajah di kawasan TNWK", tegasnya.


Pada kesempatan yang sama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan, konflik gajah dengan manusia menjadi atensi khusus Presiden Prabowo Subianto karena selain merugikan masyarakat secara ekonomi tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa manusia.


Gubernur mengingatkan agar tidak ada lagi aktivitas manusia yang menggangu/ mengusik kenyamanan satwa di kawasan TNWK.


"Penyelesaian adil dan berimbang merupakan solusi dimana manusia merasa aman dan nyaman sementara gajah tetap terlindungi di habitat alaminya", ujar Gubernur.


Lebih lanjut Rahmat Mirzani menambahkan, Presiden bercita-cita menjadikan TNWK menjadi kawasan konservasi yang terjaga sekaligus memastikan masyarakat penyangga hidup nyaman tanpa adanya ancaman konflik antara manusia dengan gajah.


"Mengingat TNWK berdampingan langsung dengan hampir 8 ribu jiwa maka penangananya sangat kompleks sehingga butuh kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak", pungkasnya.


Acara dilanjutkan dengan sesi dialog dengan para perwakilan Kades dan warga masyarakat desa penyangga TNWK. Beberapa usulan diantaranya pembuatan kanal/Tembok Penahan Tanah (TPT) permanen untuk penghalang gajah.


Termasuk mengusulkan penambahan anggota MMP (Masyarakat Mitra Polhut) serta penambahan insentif yang saat ini hanya menerima Rp. 250 Ribu perbulan dengan resiko dinilai cukup tinggi sebagai penghalau gajah. Serta asuransi tanaman yang rusak sampai dengan korban meninggal dunia.


Menanggapi berbagai usulan pada saat dialog, Pangdam mengungkapkan bahwa pembangunan tanggul dan TPT permanen harus dibahas lebih lanjut dengan para ahli serta melalui perhitungan yang matang. Termasuk menyampaikan pengembangan jasa karbon bisa menjadi salah satu solusi alternatif di kawasan TNWK.

Sumber ; Pendim0429

Sabtu, 24 Januari 2026

Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat Melalui Kegiatan Gotong-royong



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR- Babinsa Koramil 429-04/Sribhawono Kodim 0429/Lamtim Sertu Sarjono menghadiri kegiatan gotong-royong pembuatan drainase di Dusun 8, Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Sabtu (24/01/2026). Oo o om

Sebagai informasi bahwa anggaran yang digunakan menggunakan donasi dari Yayasan Muhammadiyah dan hasil swadaya masyarakat setempat.

"TNI Manunggal dengan Rakyat" adalah konsep fundamental yang berarti Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatu dan bersatu padu dengan rakyat, bukan hanya sebagai kekuatan militer tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang saling membantu, membangun, dan menjaga keamanan serta bergotong royong.

Kemanunggalan ini mencerminkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang berasal dari, bersama, dan untuk rakyat.

Secara keseluruhan, "TNI Manunggal dengan Rakyat" adalah praktik nyata yang memperkuat persatuan dan sinergi antara militer dan sipil untuk membangun bangsa yang kuat.

Kegiatan kerja bakti (Gotong royong) merupakan bentuk kepedulian aparat teritorial dalam hal ini Babinsa terhadap warga binaanya dan juga sebagai wahana untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Hal ini disampaikan Babinsa, disela-sela kegiatan pembuatan drainase/siring hasil donasi dari Yayasan Muhammadiyah serta swadaya masyarakat.


"Selaku Babinsa tentunya saya sangat mendukung kegiatan gotong royong yang merupakan tradisi dan kebudayaan bangsa Indonesia sejak dahulu kala guna memupuk kebersamaan, kekompakan serta meringankan beban kerja", katanya.

Lebih lanjut Babinsa menambahkan, melalui gotong royong ini akan terbentuk sinergitas TNI dan seluruh komponen masyarakat. Sekaligus dalam rangka pencapaian Tugas Pokok TNI AD khususnya untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah.(Pendim0429).

Jumat, 23 Januari 2026

Presiden Prabowo Dukung Pembangunan Pembatas Permanen Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas



PRAMUDYAFM, LAMPUNG TIMUR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap konflik antara manusia dan gajah liar yang kerap terjadi di kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Presiden menyatakan komitmennya untuk mendukung penyediaan sumber daya dalam pembangunan pembatas permanen antara kawasan konservasi dan permukiman warga.


Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang menyebutkan bahwa Presiden memandang konflik gajah dan manusia di Way Kambas bukan semata persoalan satwa liar, melainkan juga isu kemanusiaan dan konservasi yang harus ditangani secara berkelanjutan dan terintegrasi.


“Presiden melihat konflik ini bukan hanya soal satwa liar, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang yang adil bagi manusia dan alam,” ujar Gubernur Lampung.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan konflik gajah dan manusia di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan tanggul pembatas permanen TNWK merupakan harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Lampung Timur.


“Kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden dan pemerintah pusat. Pembangunan tanggul pembatas ini adalah harapan yang sejak lama disuarakan masyarakat Lampung Timur. Harapannya, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan tetap menjaga kelestarian konservasi TNWK,” kata Bupati Ela saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).


Menurutnya, konflik antara manusia dan gajah di Lampung Timur telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan serta mata pencaharian masyarakat di desa-desa penyangga TNWK. Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah kerap berada di posisi terdepan sebagai penyangga dampak konflik.


“Selama ini pemerintah daerah selalu menjadi bantalan. Apa yang bisa kami lakukan sesuai dengan tugas dan kewenangan, telah kami upayakan melalui berbagai program,” ujarnya.


Ela menjelaskan, pada tahun 2025 lalu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah membangun tanggul pembatas di sejumlah titik rawan konflik, meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah. Salah satu lokasi prioritas pembangunan berada di Desa Braja Asri, yang dinilai memiliki tingkat risiko konflik yang tinggi.


Selain pembangunan tanggul, Pemkab Lampung Timur juga menyalurkan bantuan rehabilitasi lahan pertanian pascakonflik sebagai bentuk kompensasi atas kerusakan lahan warga akibat gangguan gajah liar. Bantuan lainnya meliputi penyediaan sarana siaga penghalauan gajah serta berbagai program pendukung, seperti usulan pembangunan jalan usaha tani.


“Upaya-upaya tersebut kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kemampuan daerah. Namun dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami optimistis penanganan konflik gajah dan manusia di Way Kambas dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Bupati Lampung Timur juga berharap pembangunan pembatas permanen di kawasan TNWK nantinya tidak hanya mampu meminimalisasi konflik, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang menyeimbangkan kepentingan perlindungan satwa liar dengan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap pembangunan pembatas permanen ini menjadi solusi yang adil. Konservasi tetap terjaga, dan masyarakat dapat hidup dengan aman serta sejahtera berdampingan dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas,” tutup Ela Siti Nuryamah.(ril)

BRI Salurkan Bantuan Sembako Lewat Ponpes Al Ma’ruf untuk Warga Kurang Mampu di Desa Sumber Jaya



PRAMUDYAFM, WAWAY KARYA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (22/1/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pondok Pesantren Al Ma’ruf Desa Sumber Jaya dengan total anggaran maksimal sebesar Rp50.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pimpinan Cabang BRI BO Metro, Jamali, mengatakan bahwa program BRI Peduli merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional BRI.

"Melalui program TJSL BRI Peduli ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu, sekaligus mempererat sinergi antara BRI dan lembaga sosial keagamaan," ujar Jamali.

Jamali menambahkan, penyaluran bantuan melalui pondok pesantren dinilai tepat sasaran karena pesantren memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di lingkungannya.

"Kami menilai penyaluran bantuan melalui pondok pesantren lebih efektif dan tepat sasaran, sebab pesantren memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial di sekitarnya," tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Ma’ruf Desa Sumber Jaya, Kiyai Kuslan Abdul Ghofur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya dalam menyalurkan bantuan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah mempercayakan Ponpes Al Ma’ruf sebagai mitra penyaluran bantuan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya warga yang benar-benar membutuhkan," kata Kiyai Kuslan Abdul Ghofur.

Menurutnya, paket sembako akan segera didistribusikan kepada warga yang telah didata sebelumnya agar bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Program BRI Peduli TJSL ini sejalan dengan upaya BRI dalam mendukung pembangunan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Sentuhan Sosial BRI: Paket Sembako Mengalir untuk Warga Kurang Mampu di Desa Karang Anom

Penyerahan paket sembako kepada masyara katkurang mampu


PRAMUDYAFM, Waway Karya – Komitmen Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mendukung kesejahteraan masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Kali ini, BRI menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Kamis (22/1/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Barokah Waway Karya dengan total anggaran maksimal mencapai Rp194.250.000. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pimpinan Cabang BRI BO Metro, Jamali, mengatakan bahwa program BRI Peduli merupakan wujud nyata kehadiran BRI di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Melalui program TJSL BRI Peduli ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan paket sembako ini dapat membantu meringankan beban warga serta membawa keberkahan bagi kita semua," ujar Jamali.

Jamali menegaskan, BRI akan terus berkomitmen menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat di daerah.

"BRI akan terus berkomitmen menjalankan program-program sosial yang berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat," kata Jamali. 



Sementara itu, Ketua YPI Al B7arokah Waway Karya, Solikin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRI atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Desa Karang Anom.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini melalui YPI Al Barokah. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami dan semoga kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut ke depannya," ungkap Solikin.

Menurutnya, sinergi antara dunia perbankan dan lembaga sosial menjadi langkah strategis dalam memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Program BRI Peduli ini disambut antusias oleh masyarakat penerima manfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.(**)

 
Kode AdSense Anda